Ribuan warga saat menyaksikan parade budaya dan mobil hias di sepanjang jalan kantor Pemkab Kediri sampai simpang lima gumul (SLG), Minggu (7/7).
“Konsep kegiatan dikemas sangat komplit. Ada banyak daya tarik yang ditampilkan. Nuansa tradisional dan modern disandingkan sehingga saling menguatkan. Dengan treatment seperti ini, beragam tradisi dan budaya akan lestari. Empati besar akan diberikan para milenial karena mereka juga diberikan space berkreasi,” terangnya.
Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung menambahkan, Parade Budaya dan Mobil Hias hanyalah salah satu dari serangkaian kegiatan menarik yang bakal ditampilkan hingga penutupan event nanti.
“Ada banyak keseruan yang bisa dinikmati. Seperti Pagelaran Kesenian dan Pentas Kreatifitas, Pagelaran Panji ‘Rwa Bhineda Nunggal Rasa’, Tari Kolosal 1.000 Barong, Kediri Street Food Festival, dan lain-lain. Rasanya gak bakal nyesel datang ke acara ini,” tegasnya.
Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa Kemenpar, Wawan Gunawan, Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri dijamin menarik. Kontennya sangat beragam dan disajikan secara padat. “Pengunjung tidak akan bosan menikmati sajian demi sajian, karena ada kreatifitas yang bisa disimak,” ungkapnya.
Masih menurutnya, budaya menjadi salah satu potensi yang bisa dimaksimalkan untuk mendatangkan wisatawan. Sebab, 60% wisatawan mancanegara datang ke Indonesia karena budaya. Selebihnya karena alam (35%), dan faktor buatan (5%).
“Budaya harus terus dilestarikan. Iya yakin, semakin budaya dilestarikan, maka akan makin mensejahterakan. Karenanya, para penggiat kebudayaan harus mampu menghasilkan daya kreasi yang bernilai komersil tinggi,” tandasnya. (rif/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




