Rabu, 14 April 2021 23:10

Tanya Jawab Islam: Perhitungan Primbon Jawa dan Weton

Senin, 27 Januari 2020 12:07 WIB
Editor: Redaksi
Tanya Jawab Islam: Perhitungan Primbon Jawa dan Weton
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said

>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb. Pak kiai, Saya mau tanya, Saya insya Allah bulan depan mau tunangan dengan calon tunangan saya di kampung. Kebetulan kakek dari tunangan saya ini tahu juga tentang perhitungan jodoh gitu pak kiai. Menurut kakek calon tunangan saya itu, saya kalau tunangan sama calon tunangan saya itu jangan lama-lama tunangannya. karena nanti kalau lebih dari satu tahun susah buat menikahnya, itu pak kiai. Kata kakek calon tunangan saya itu masalah itu takut dari luar keluarga atau orang-orang pak kiai. Kebetulan saya sekarang lagi merantau pak kiai ke Malaysia. insya Allah kurang lebih satu tahun saya balik kampung pak kiai. Saya mohon pencerahannya dari pak kiai? Apakah saya percaya sama begituan. Karena saya baca di internet bahwa dengan percaya sama begituan itu sama saja musyrik atau mempersekutukan Allah SWT. Terima Kasih. (Jamaluddin, Sampang Madura)

Jawaban:

BACA JUGA : 

Istri Enggan Beri Jatah Biologis, Ketika Dimarahi Baru Melayani

​Tanya-Jawab: Sejak Pindah Rumah, Kucing-Kucing Saya Mati Mendadak, Mengapa?

Mualaf Bertanya Cara Salat Rawatib dan Salat Sunnah Lainnya

Tanya-Jawab: Saya Yuliana, Ditalak Suami Lewat WA, Resmi Ceraikah Saya?

Jawaban:

Apa yang disampaikan oleh kakek dari tunangan Anda itu ada benarnya, dan itu tidak berdasarkan primbon, bahkan berdasarkan hadis Rasul SAW. Sahabat Ali bin Abi Talib melaporkan bahwasannya Rasul bersabda kepadanya, “Wahai Ali, ada tiga hal yang jangan sampai kamu akhirkan; salat jika sudah datang waktunya, jenazah yang sudah siap untuk dimakamkan, dan wanita yang sudah mendapatkan orang yang cocok dan sepantaran”. (Hr. Turmudzi: 1075)

Al-Tibrizi menerangkan bagian akhir, bahwa jika ada wanita -baik perawan atau janda- jika sudah menemukan orang yang sekufu’ (sepadan) dengannya, maka segerakan untuk dinikahkan. Kata “sepadan” sama-sama beragama Islam, dan yang laki-laki dari keluarga baik-baik serta memiliki pendapatan yang cukup untuk mengarungi kehidupan berumah-tangga.

Nah, kondisi semacam ini jangan sampai ditunda-tunda, seharusnya dipercepat, karena takut setan mengganggu salah satu dari dua calon mempelai dan berakibat batalnya pernikahan. Bisa jadi mucul rasa ‘ragu’ setelah tunangan lama, itu juga bentuk dari bisikan setan. Maka, untuk menghindari hal tersebut, agama menganjurkan untuk disegerakan.

Implikasi kedua, jika masa ta’aruf itu lama bisa saja disamakan dengan pacaran. Masa ta’aruf adalah masa untuk mengenal untuk memutuskan melamar atau tidak, lalu dilanjutkan ke pernikahan. Maka, untuk menghindari dosa-dosa di masa menunggu -yang sekarang sering disebut pacaran- ini, sebaiknya segera menikah.

Masyarakat sering mengidentikkan dengan mahalnya pernikahan. Ingat ‘pernikahan’ itu murah, hanya butuh dua mempelai, wali, mahar, dan akad ijab qabul. Itu sudah sah. Namun, jika pernikahan itu digabung dengan resepsi dan pestanya, ini yang membuat biaya pernikahan itu mahal.

Oleh sebab itu, sebaiknya Mas menikahi calon istri Mas sesegera mungkin, agar tidak banyak terjadi fitnah.

Adapun percaya dengan hari baik, primbon, tahun depan akan terjadi banyak godaan dan lain-lainnya, itu bertawakkal saja kepada Allah. Allah-lah yang Maha menciptakan kebaikan dan keburukan, bukan karena hari dan primbon.

Adapun saran-saran dari beberapa orang, umpama jika melangsungkan pernikahan jangan di bulan ini dan itu karena banyak hujan, maka boleh dipercaya. Sebab dengan saran itu dilakukan, maka acara pernikahan akan terhindar dari guyuran hujan. Nah, ini boleh atas dasar fenomena alam. Tapi tetap harus bertawakkal kepada Allah. Mulailah tekad dengan bismilah, isnya Allah semua akan berjalan dengan lancar. Wallahu a’lam.

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...