Selasa, 20 Oktober 2020 12:49

Dari Pengusaha Marmer, Jariedi Banting Setir Jadi Petani Porang

Kamis, 04 Juni 2020 20:48 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herman Subagyo
Dari Pengusaha Marmer, Jariedi Banting Setir Jadi Petani Porang
Jariedi (tengah pakai topi laken). foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Jariedi, warga Desa Banjar, Kecamatan Panggul yang semula berprofesi pengusaha marmer selama 10 tahun, kini telah beralih profesi menjadi Petani Porang.

Jariedi nekat banting setir dari pengusaha marmer menjadi petani porang, karena ia memiliki keyakinan bahwa hasil dari porang cukup menjanjikan.

"1 kilogram porang harganya saat ini 10 ribu rupiah. Bila kita panen 1 ton, maka penghasilan kita 10 juta rupiah," kata Jari ketika ditemui di rumahnya di RT 33 RW 04 Dukuh Sumber, Kecamatan Panggul, Kamis (4/6).

Ia mulai beralih profesi petani porang sejak tahun 2017. Ketika itu ia diberitahu oleh anaknya yang bekerja di Kalimantan agar menanam porang. Ia sendiri saat itu tidak mengetahui apa itu porang dan di mana agar bisa mendapat bibitnya.

"Anak saya bilang untuk mendapatkan bibit porang, saya diminta oleh anak saya untuk menemui seseorang di daerah Saradan. Orang itu katanya yang jual bibit porang," kenangnya.

Singkat cerita, setelah mendapat bibit porang sebanyak 70 kilogram dengan harga per kilogram Rp 80 ribu waktu itu, kemudian seluruh bibit porang tersebut ia tanam di lahan seluas 1,5 hektare.

"Setelah saya tanam, satu tahun kemudian saya panen katak (bibit porang) kurang lebih 50 kilo. Bibit itu saya tanam lagi dan di tahun kedua saya panen lagi 150 kataknya. Sampai tahun ketiga ini, saya panen lagi 4,5 kuintal katak," cerita Jari.

Dikatakan oleh Jari, saat ini harga katak dengan ukuran terkecil per kilogram Rp 150 ribu dengan isi 300 bibit. Selanjutnya untuk katak ukuran sedang harga per kilogram Rp 150 ribu dengan isi 200 bibit. Kemudian untuk katak ukuran besar harga per kilogram Rp 200 ribu dengan isi 100 katak.

Selain dijual dalam bentuk bibit, Jari juga menjual katak dalam bentuk polibag dengan harga per polibag Rp 1.000. Dari usahanya ini, kini ia telah mampu menyerap tenaga kerja dari warga sekitarnya.

Menginjak tahun ketiga, saat ini Jari telah menanam porang di lahan seluas 4 hektare. Ia pun membuka diri bagi masyarakat yang ingin belajar cara menanam porang. Ia dengan senang hati akan membagikan ilmunya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Ir. Didik Susanto mengatakan bahwa luas lahan tanaman porang di seluruh Kabupaten Trenggalek mencapai 1.400 hektare.

"Jadi, luas lahan tanaman porang di seluruh Kabupaten Trenggalek sesuai data yang ada 1.400 hektare. Luas lahan tanaman porang terbesar ada di Kecamatan Pule yakni 650 hektare, kemudian Kecamatan Panggul 315 hektare," kata Didik.

Selain Kecamatan Pule dan Panggul, beberapa kecamatan lain seperti Dongko juga memiliki luas lahan tanaman porang 115 hektare, Munjungan 280 hektare, Suruh 37 hektare, Bendungan 21 hektare, Kampak 7 hektare, Tugu 7 hektare, Karangan 2 hektare, dan Kecamatan Trenggalek 1 hektare.

Menurut Didik, porang memiliki banyak manfaat. Di antaranya untuk bahan campuran industri seperti untuk membuat kertas yang kuat dan tahan lama, sebagai bahan campuran makanan untuk membuat mi shirataki atau konnyaku yang biasa dikonsumsi oleh warga negara Jepang, dan bahan campuran untuk kosmetik.

Didik mengungkapkan, selama ini sebagian besar para petani porang di Kabupaten Trenggalek bila musim panen kerap menjual hasil penennya pada tengkulak asal Ponorogo yang selanjutnya dikirim ke Madiun. Kendati demikian ada beberapa petani yang langsung menjual hasil panen porang ke Madiun. (man/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Sabtu, 17 Oktober 2020 14:42 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...