Jumat, 04 Desember 2020 15:17

Tolak RUU HIP, Ketua Laskar Sri Aji Joyoboyo: Jangan Sampai Komunis Bangkit Kembali

Senin, 29 Juni 2020 22:38 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Tolak RUU HIP, Ketua Laskar Sri Aji Joyoboyo: Jangan Sampai Komunis Bangkit Kembali
Ahmad Sholeh, Ketua Laskar Sri Aji Joyoboyo.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Aksi demo tolak RUU Haluan Idiologi Pancasila (HIP) oleh puluhan aktivis yang menamakan diri Aliansi Rakyat Pengawal Ideologi dan Dasar Negara Pancasila di Kediri Raya, Senin (27/6), batal digelar di depan Makodim 0809 Kediri dan Mapolres Kediri. Padahal surat pemberitahuan aksi sudah dilayangkan sebelumnya.

Meski demikian, aksi demo tetap digelar. Tapi tempatnya dialihkan di depan Kantor DPRD Kabupaten Kediri. Sambil membeber beberara kertas bertulisan kecaman terhadap RUU HIP, para aktivis itu juga bergantian melakukan orasi di atas mobil yang di parkir di depan pintu gerbang Kantor DPRD Kabupaten Kediri.

Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto menemui para aktivis yang menggelar aksi di depan gedung dewan tersebut. Dodi mengatakan bahwa pihaknya siap menerima aspirasi rakyat di Kediri dan akan menyampaikan kepada pihak-pihak terkait. “Kami akan menyampaikan aspirasi rekan-rekan ini ke DPR-RI, agar segera ditindaklanjuti,” ujar Dodi.

Sementara itu, Ahmad Sholeh, Ketua Laskar Sri Aji Joyoboyo yang juga ikut demo penolakan RUU HIP menjelaskan, aksi ini sebagai bentuk untuk melindungi Pancasila yang saat ini sedang berupaya diotak-atik oleh beberapa oknum.

"Akan sangat rentan jika RUU HIP itu sampai disahkan. Karena di dalamnya ada unsur ingin merubah Pancasila menjadi tiga sila atau trisila dan ekasila. Hal itulah yang membuat para aktivis bergerak bersama, jangan sampai Pancasila diotak-atik, bahkan diganti dengan apapun. Pancasila sudah final," kata Sholeh, Senin (29/6).

"Maka, akan kita pertahankan sampai titik darah penghabisan, apalagi kita mencium bau-bau pergerakan komunis. Dalam hal ini yang kita tahu history-nya seperti apa, mereka adalah pembunuh ulama-ulama kita, mereka pernah memberontak, dan saat ini dengan adanya perubahan ini kita antisipasi dari awal untuk menolak, jangan sampai komunis itu bangkit kembali di negeri tercinta kita ini," tegas Sholeh. (uji/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...