Selasa, 04 Agustus 2020 08:47

Bangkitkan Perekonomian Masyarakat, DPRD Jatim Minta Pemprov Dukung Geliat Pariwisata

Selasa, 07 Juli 2020 20:43 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Bangkitkan Perekonomian Masyarakat, DPRD Jatim Minta Pemprov Dukung Geliat Pariwisata
Chusainuddin, S.Sos., M.M., Anggota Komisi B DPRD Jatim. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 yang melanda semua negara menyisakan pahit dan masalah yang belum terselesaikan, terutama di sektor pariwisata. Maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur diminta segera melakukan recovery untuk kembali menumbuhkan geliat ekonomi di sektor tersebut. Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi B DPRD Jatim, Chusainuddin.

Chusainuddin mengungkapkan, hal ini merupakan PR besar bagi kita semua sebagai pemangku kebijakan. Ia melihat begitu besarnya animo masyarakat yang berbondong-bondong mendatangi tempat pariwisata setelah tiga hingga empat bulan ini masyarakat hanya berada di rumah alias stay and work at home.

"Sektor pariwisata jelas mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) di luar non-migas yang tentunya harus kita dorong untuk segera bangkit. Pemerintah juga agar segera menggelontorkan insentif yang telah dijanjikan. Apalagi kita telah memasuki era new normal," tutur politisi yang akrab disapa Mas Udin ini, Selasa (7/7).

Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim ini menjelaskan bahwa Efek Doppler (Doppler Effect) dari kebangkitan perekonomian sektor pariwisata cukup besar bagi pemulihan ekonomi kerakyatan. Karena itu, dorongan itu tidak cukup oleh para pemangku kebijakan saja. Tapi juga dukungan swasta dan para pelaku sektor pariwisata itu sendiri.

"Tentu dengan bangkitnya sektor ini juga akan membangkitkan sektor-sektor turunannya, seperti kerajinan, UMKM, restoran, perhotelan, even organiser (EO) dan banyak lagi lainnya," ujar anggota Dewan Jatim dari daerah pemilihan Kediri Raya itu.

Mantan Kasat Korcab Banser Tulungagung ini mengingatkan, Presiden Jokowi juga sudah menyatakan akan ada perubahan tren pariwisata kini. Perubahan tersebut seperti akan lebih banyak masyarakat yang minat untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang sepi.

Karena itu, pandemi Covid-19 akan membuka sebuah perubahan tentang tren pariwisata di dunia. Di mana isu health (kesehatan), higienis (kebersihan), serta safety (kenyamanan), dan security (keamanan) akan jadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang ingin melancong.

"Kita pun harus terus menerus mensosialisasikan atau mempromosikan tempat-tempat pariwisata favorit, agar bisa bersaing dan dikenal oleh dunia luar," pungkas alumni santri Pesantren PETA Tulungagung tersebut. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...