Sabtu, 19 Juni 2021 11:19

Aksi Teatrikal Sindir Pemkab yang Belum Keluarkan Regulasi Tata Cara Penyelenggaraan Kesenian

Selasa, 21 Juli 2020 13:40 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fuad
Aksi Teatrikal Sindir Pemkab yang Belum Keluarkan Regulasi Tata Cara Penyelenggaraan Kesenian
Aksi teatrikal yang digelar seniman di area Candi Sumber Tetek, Wonosunyo, Gempol, untuk menyindir Pemkab Pasuruan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Menyikapi langkah Pemkab Pasuruan yang hingga hari ini belum menerbitkan regulasi tentang penyelenggaraan acara kesenian di tengah pandemik Covid-19, sejumlah seniman menggelar aksi teatrikal, Selasa (21/7).

Aksi yang digelar di area luar Candi Sumber Tetek, Wonosunyo, Gempol, Pasuruan, ini bertajuk "HABIS". Aksi ini menggambarkan kesedihan seniman yang sampai hari ini belum diperbolehkan pentas, karena belum ada payung hukum.

Dalam aksi teatrikal yang diperagakan, tampak para seniman terkurung dalam kandang ayam berkalung rantai. Sedangkan di luar kandang ada bola hitam bertuliskan 'Regulasi'.

Aksi yang berlangsung kurang lebih 1 jam ini disaksikan juga oleh Ketua Dewan Keseninan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DK3P), Lukas Cahyabuana W.

BACA JUGA : 

Atasi Persoalan Banjir, Pemkab Pasuruan Fokus Normalisasi Sungai​

Masuki Semester I, Realisasi PAD Pariwisata Kabupaten Pasuruan Jeblok

Mati Suri, Puluhan Koperasi di Pasuruan Akan Dibina Pemkab

Proposal Rehab Pasar Desa di Pasuruan Ditunggu DPMD Hingga Pertengahan Juli

Lukas yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata mengapresiasi langkah seniman dalam menyuarakan kondisinya, dan sekaligus menyayangkan sikap pemerintah yang belum mengeluarkan regulasi terkait tata cara penyelenggaraan kegiatan kesenian.

"Saya bangga dengan cara mereka menyampaikan aspirasi. Tak perlu melibatkan banyak orang, cukup dengan performing art, dan semoga pejabat Kabupaten Pasuruan mendengar keluhan para seniman," ujarnya kepada HARIAN BANGSA di lokasi, Selasa (21/7).

Di tempat yang sama, Cucuk Grenk, Sekretaris DK3P mengingatkan jika sebentar lagi memasuki bulan Agustus, Besar, dan Suro, di mana dalam bulan itu banyak masyarakat yang menggelar kegiatan kesenian.

"Sebentar lagi sudah masuk bulan-bulan yang biasanya penuh dengan aktivitas kebudayaan. Kalau sampai pemerintah tidak mengeluarkan regulasi, sama halnya dengan membunuh para pekerja seni," pungkasnya. (afa/rev)

Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua, Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 18 Juni 2021 10:01 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...