Selasa, 09 Maret 2021 06:09

Aksi Teatrikal Sindir Pemkab yang Belum Keluarkan Regulasi Tata Cara Penyelenggaraan Kesenian

Selasa, 21 Juli 2020 13:40 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fuad
Aksi Teatrikal Sindir Pemkab yang Belum Keluarkan Regulasi Tata Cara Penyelenggaraan Kesenian
Aksi teatrikal yang digelar seniman di area Candi Sumber Tetek, Wonosunyo, Gempol, untuk menyindir Pemkab Pasuruan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Menyikapi langkah Pemkab Pasuruan yang hingga hari ini belum menerbitkan regulasi tentang penyelenggaraan acara kesenian di tengah pandemik Covid-19, sejumlah seniman menggelar aksi teatrikal, Selasa (21/7).

Aksi yang digelar di area luar Candi Sumber Tetek, Wonosunyo, Gempol, Pasuruan, ini bertajuk "HABIS". Aksi ini menggambarkan kesedihan seniman yang sampai hari ini belum diperbolehkan pentas, karena belum ada payung hukum.

Dalam aksi teatrikal yang diperagakan, tampak para seniman terkurung dalam kandang ayam berkalung rantai. Sedangkan di luar kandang ada bola hitam bertuliskan 'Regulasi'.

Aksi yang berlangsung kurang lebih 1 jam ini disaksikan juga oleh Ketua Dewan Keseninan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan (DK3P), Lukas Cahyabuana W.

Lukas yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata mengapresiasi langkah seniman dalam menyuarakan kondisinya, dan sekaligus menyayangkan sikap pemerintah yang belum mengeluarkan regulasi terkait tata cara penyelenggaraan kegiatan kesenian.

"Saya bangga dengan cara mereka menyampaikan aspirasi. Tak perlu melibatkan banyak orang, cukup dengan performing art, dan semoga pejabat Kabupaten Pasuruan mendengar keluhan para seniman," ujarnya kepada HARIAN BANGSA di lokasi, Selasa (21/7).

Di tempat yang sama, Cucuk Grenk, Sekretaris DK3P mengingatkan jika sebentar lagi memasuki bulan Agustus, Besar, dan Suro, di mana dalam bulan itu banyak masyarakat yang menggelar kegiatan kesenian.

"Sebentar lagi sudah masuk bulan-bulan yang biasanya penuh dengan aktivitas kebudayaan. Kalau sampai pemerintah tidak mengeluarkan regulasi, sama halnya dengan membunuh para pekerja seni," pungkasnya. (afa/rev)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 08 Maret 2021 05:25 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Politik dan bisnis sama kejam. Itulah persepsi yang berkembang. Tapi Elon Musk – pemilik Tesla - orang terkaya nomor 1 di dunia - dan Jim Farley – pemilik Ford – tak saling kudeta. Justru saling respek.Padahal mer...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...