Rabu, 28 Oktober 2020 03:49

​Marak Kasus Kekerasan Seksual, Nafidatul Qudsiyah: Peran Orang Tua Lemah Dalam Kemajuan Teknologi

Jumat, 24 Juli 2020 14:36 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Subaidah
​Marak Kasus Kekerasan Seksual, Nafidatul Qudsiyah: Peran Orang Tua Lemah Dalam Kemajuan Teknologi
Nyai Hj. Nafidatul Qudsiyah. (foto: ist).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Maraknya perkembangan kasus kriminal dan kekerasan seksual di Kabupaten Bangkalan, salah satunya disebabkan lemahnya peran orang tua terhadap perkembangan kecanggihan teknologi saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Nyai Hj. Nafidatul Qudsiyah kepada BANGSAONLINE.com saat menghadiri Harlah PKB di Kantor DPC PKB Bangkalan, Kamis (23/7/2020) kemarin.

Menurutnya, perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebab meningkatknya kasus kekerasan dan pelecehan sosial. Menurutnya, keluarga, khususnya orang tualah yang memiliki peran penting untuk memberikan pengawasan dan pengarahan kepada anak saat menggunakan teknologi.

"Banyaknya, kasus ini tidak lepas dari perkembangan teknologi. Adanya media sosial yang begitu terbuka tidak hanya di lingkungan perkotaan, namun hingga lingkungan pedesaan. Semua sudah bisa mengakses, masyarakat sudah tidak gaptek lagi. Hal ini membawa dampak negatif terhadap anak," jelasnya.

Karena itu, ia mengimbau para orang tua, khususnya para ibu, agar tidak gaptek agar bisa mengawasi apa yang dilakukan sang anak. "Ibu harus menjadi madrasatul ula bagi keluarga. Di era disrupsi digital, tantangan orang tua semakin kompleks. Era revolusi industri 4.0 peran aktif, keluarga serta pengawasan menjadi poin penting," jelasnya.

Selain mengawasi penggunaan gadget, dia juga meminta para orang tua meningkatkan pendidikan agama putra-putrinya. Menurutnya, ketika anak-anak kurang memiliki basic ilmu agama, mereka jadi tidak memiliki bekal untuk memfilter penggunaan media sosial.

"Hal ini harus dilakukan dengan disiplin. Karena kalau tidak disiplin, anak-anak ini bisa semena-mena dengan menggunakan media sosial yang dapat diakses kapan saja selama 24 jam. Dampaknya negatif," terang Penasehat Fatayat Bangkalan ini.

"Apalagi setelah di rumah saja, semua kegiatan dilakukan secara daring. Jadi anak-anak bukannya belajar, tapi mereka malah berselancar di media sosial," ujarnya.

"Ketika pengawasan, pengetahuan agama, dan disiplin penggunaan media sosial diterapkan pada anak, insya Allah kasus negatif pada anak dapat diminimalisir," pungkasnya. (ida/uzi/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 25 Oktober 2020 12:28 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Wisata edukasi berbasis potensi desa di Jawa Timur kembali bertambah. Kali ini, bertempat di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Are...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Selasa, 27 Oktober 2020 09:45 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...