SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang sekaligus menjabat Presiden United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pasific (Aspac), menggelar pertemuan melalui video conference (vidcon) di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam Surabaya, Senin (24/8/2020).
Pertemuan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dewan Kota Wellington dan Pemerintah Lokal Selandia Baru, New Zealand itu dihadiri pula oleh Menteri Pemerintah Daerah Selandia Baru Nanaia Mahuta, Wali Kota Wellington Andy Foster, Presiden Local Government New Zealand (LGNZ) Stuart Crosby serta anggota UCLG se-Asia Pasific.
BACA JUGA:
- Dishub Surabaya Tempel Foto Jukir untuk Cegah Penyalahgunaan Identitas
- Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Curi Perhatian
- Sterilisasi Gratis Jadi Kado Ulang Tahun Surabaya ke-733, DKPP Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal
- Wali Kota Eri Cahyadi Tunjuk Wawali Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Plh Selama Ibadah Haji
Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma didampingi oleh Sekretaris Jenderal UCLG Aspac, Bernadia Irawati Tjandradewi membahas peran Pemerintah Daerah dalam Membangun Komunitas yang Berkelanjutan di Dunia Pasca Covid-19.
Vidcon yang berlangsung selama tiga jam itu, terbagi menjadi tiga sesi dengan masing-masing tema. Di antaranya, yakni Dampak Global Covid-19, Perencanaan Ketahanan, Tantangan dan Pemulihan Covid-19, dan Berbagi Strategi Membangun Kembali Pengembangan Ekonomi Lokal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Risma mengungkapkan forum ini adalah salah satu acara besar UCLG Aspac yang digelar secara online. Selain itu, ia menjelaskan bahwa keberhasilan Selandia Baru dalam menangani wabah global menjadi inspirasi bersama.
“Kita perkuat kerja sama yang efektif antaranggota. Terutama dalam memberikan respons secara cepat dan tepat dalam menghadapi Covid-19,” kata Wali Kota Risma.
Ia menjelaskan, sejak April 2020 lalu, UCLG Aspac kerap menggelar webinar dengan membahas seputar pengalaman pada tiap kota dalam menangani pandemi Covid-19. Mulai dari penurunan proyeksi pendapatan daerah, ketersediaan data dan sinkronisasi dengan pemerintah pusat. Lalu kurangnya akses ke pasokan dan peralatan medis, memberi informasi kepada masyarakat tentang protokol kesehatan dengan baik juga menjadi perhatian tersendiri.
“Ini beberapa tantangan umum yang muncul. Pasca Covid-19. Kemudian masalah ketahanan pangan juga harus dibenahi,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Risma juga memaparkan bahwa anggota UCLG Aspac turut berkontribusi menggalang bantuan peralatan medis seperti masker medis dan termometer inframerah. “Kami berterima kasih kepada Xi'an, Haikou, Yiwu, Guangzhou, dan Zhengzhou atas donasi yang telah diberikan ke beberapa kota anggota kami, yakni di Indonesia, Filipina, Pakistan, dan Bangladesh,” paparnya.
Sementara itu, Presiden Local Government New Zealand (LGNZ), Stuart Crosby mengungkapkan, ia beruntung di Selandia Baru masyarakat memiliki kesadaran tinggi akan kesehatan. Selain itu, ia juga mengungkapkan langkah-langkahnya seperti menutup wilayah lokal dengan karantina. Kemudian kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah juga terus dilakukan.
“Pemerintah juga memberi stimulasi secara ekonomi bagi para pekerja yang terdampak dengan memberikan berbagai proyek untuk dikerjakan. Itu dikerjakan selama periode beberapa bulan hingga tahun-tahun ke depan,” pungkasnya. (ian/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




