Kamis, 15 April 2021 21:52

Tanya-Jawab Islam: Menggigil 20 Detik, Apakah Tanda-tanda akan Mati?

Minggu, 04 Oktober 2020 22:36 WIB
Editor: Redaksi
Tanya-Jawab Islam: Menggigil 20 Detik, Apakah Tanda-tanda akan Mati?
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr Wb. Akhir-akhir ini saya merasa aneh sama diri saya sendiri semenjak melihat foto orang meninggal. Saya merasa takut dan saya termenung memikirkan seandainya nanti saya mati, apa yang saya bawa. Saya takut, cemas, campur aduk semuanya, sehingga seluruh tubuh saya bergetar. 20 detik saya mengalaminya. Saya bingung yang saya rasakan itu. Menggigil karena takut atau memang isyarat dari Allah Swt pak ustad? Saya benar-benar takut, saya semakin cemas, susah tidur. (Welsy, Kerinci, Jambi)

Jawaban:

BACA JUGA : 

Istri Enggan Beri Jatah Biologis, Ketika Dimarahi Baru Melayani

​Tanya-Jawab: Sejak Pindah Rumah, Kucing-Kucing Saya Mati Mendadak, Mengapa?

Mualaf Bertanya Cara Salat Rawatib dan Salat Sunnah Lainnya

Tanya-Jawab: Saya Yuliana, Ditalak Suami Lewat WA, Resmi Ceraikah Saya?

Wa'alaikum salam wr. wb. Tidak semua manusia dikirimi "sinyal" kematian akan segera datang. Banyak orang meninggal tanpa sinyal apapun.

Begitu juga banyak yang merasakan dapat sinyal kematian, tapi dalam waktu lama tidak kunjung mati. Itu berarti "tanda akan datangnya ajal" lebih karena perasaan kejiwaan subyektif seseorang. Kiranya bapak masuk dalam kategori yang terakhir.

Sebetulnya Allah selalu mengingatkan kita bahwa kematian itu dapat sewaktu-waktu datang. Allah berfirman: "Jika ajal kematian telah tiba, maka mereka tidak bisa menunda atau memajukan kematian itu" (QS. Yunus: 49).

Sebagai khalifah Allah di bumi, manusia harus sadar penuh bahwa hidup di dunia hanyalah 'permainan' yang sangat singkat dibandingkan dengan kehidupan di akhirat, sepanjang apapun umur sesesorang.

Karena itu, perasaan dikejar-kejar kematian itu penyakit, yang harus diobati. Sebab perasaan itu, kematian pada saatnya pasti menjemput kita; baik kita pikirkan maupun tidak. Hal paling penting adalah bekal amal yang akan kita bawa mati.

Hiduplah secara normal, tak perlu mikir kematian. Sebab dipikir atau tidak, kematian pasti datang. Apa yang harus ditakutkan? Hiduplah di dunia secara produktif, seakan-akan anda akan hidup selamanya.

Beribadahlah dengan sungguh-sungguh, seolah-olah anda mati besok. "Seakan-akan dan seolah-olah" itu bukan sebenarnya, tetapi itu mendorong kita dapat beramal seimbang untuk kepentingan dunia yang sekaligus berfungsi sebagai bekal hidup setelah kematian untuk akhirat.

Hidup seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat, itulah inti doa kita: Wahai Tuhan, kami berikan kami kehidupan yang layak di dunia dan kehidupan terbaik di akhirat. Jauhkan diri kami dari siksa api neraka! (Qs. al-Baqarah:197). Demikian, Wallahu a'lam. (*)

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...