Senin, 19 April 2021 17:16

Diduga Lakukan Pungli, Pengelola Pantai Marina Boom Banyuwangi Diadukan ke Polisi

Selasa, 20 Oktober 2020 16:48 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Teguh Prayitno
Diduga Lakukan Pungli, Pengelola Pantai Marina Boom Banyuwangi Diadukan ke Polisi
Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin usai melapor ke polisi. (foto: ist)

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin (DPK-ARM) mengadukan PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) selaku pengelola Pantai Boom Marina Banyuwangi ke polisi, Selasa (20/10/2020).

Pengaduan tersebut, terkait dugaan pungutan liar (pungli) atas pemberlakuan tarif tiket masuk Rp 15.000 include voucher makanan atau minuman dan belum termasuk parkir kendaraan ke setiap pengunjung yang ingin memasuki kawasan pantai yang dulunya disebut Pantai THR (Taman Hiburan Rakyat) tersebut.

Dari harga tersebut, setiap pengunjung mendapatkan voucher senilai Rp 4.000, dan dapat ditukarkan dengan makanan minuman ataupun barang seharga voucher ke pelaku UMKM yang berjualan di kawasan pantai kebanggaan masyarakat Banyuwangi itu.

Muhammad Helmi Rosyadi, Ketua DPK-ARM mengatakan bahwa yang menjadi permasalahan di sini adalah voucher dari pembelian tiket masuk yang tidak digunakan oleh pengunjung dan masuk pendapatan perusahaan.

BACA JUGA : 

Paus Pembunuh yang Mati Terdampar di Pantai Bangsring Banyuwangi Akhirnya Dikubur

Tim Peneliti Gabungan Lakukan Pemeriksaan Terhadap Bangkai Paus Orca di Banyuwangi

​Dihadiri Putri Indonesia, East Java Fashion Harmony 2020 Telusuri Jejak Batik Gringsing Jatim

Soal Kenaikan Harga Tiket Pantai Boom Marina, Bapenda Ngaku Sudah Berikan Masukan ke Pengelola

"Uang voucher yang tidak ditukarkan oleh pengunjung itu, jika masuk ke perusahaan sama saja dengan pungutan liar (pungli)," kata Helmi yang juga Ketua Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (20/10/2020).

Tak hanya itu, kata Helmi, mahalnya tiket untuk masuk ke kawasan yang dulunya juga dijadikan pelabuhan rakyat itu, dirasa sangat memberatkan utamanya bagi masyarakat menengah ke bawah.

"Jika boleh saya bilang, Pantai Boom saat ini bukan lagi pantai rakyat, tetapi berubah menjadi pantai para konglomerat," ujarnya.

Hal itu pun menjadi ancaman hilangnya tradisi masyarakat Banyuwangi setiap bulan purnama, di mana mereka berbondong-bondong pergi ke Pantai Boom untuk menikmati indahnya bulan purnama.

"Sampai-sampai ada lagunya, Padang Ulan Ring Pesisir Banyuwangi," ujarnya.

Selain itu, setiap akhir pekan masyarakat Banyuwangi juga berbondong-bondong pergi ke pantai bersama keluarga untuk berekreasi. Tradisi itu pun sudah berlangsung selama ratusan tahun.

"Jika ini dibiarkan, dikhawatirkan masyarakat Banyuwangi khususnya warga miskin tidak bisa lagi menikmati indahnya Pantai Boom yang telah menjadi icon masyarakat Banyuwangi," ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta ke pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti pengaduannya terkait dugaan pungli dan banyaknya keluhan masyarakat atas mahalnya tarif tiket masuk ke Pantai Boom Marina itu. (guh/zar)

Teh Panas Rp 5.000, Teh Dingin Rp 10.000, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (7)
Minggu, 18 April 2021 22:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com –Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan kali ini M Mas’ud Adnan – sang narator - mereview tentang orang Madura yang tiba-tiba haus. Ia pun pergi ke warung di pinggir jalan. Ia membeli teh. Di warung itu semua barang yang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...