Sabtu, 06 Maret 2021 20:44

​KKNU26 Jadi Ormas Baru dan Dukung Habib Rizieq, Gus Aam Dinilai Melenceng dari Garis Gus Sholah

Rabu, 25 November 2020 17:57 WIB
Editor: MMA
​KKNU26 Jadi Ormas Baru dan Dukung Habib Rizieq, Gus Aam Dinilai Melenceng dari Garis Gus Sholah
KH Fahmi Amrullah (Gus Fahmi, kanan) memberikan kumpulan kitab karangan Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari kepada KH Azaim Ibarahimi (kiri). foto: istimewa/ bangsaonline.com

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Manuver KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab membawa Komite Khittah Nahdlatul Ulama 1926 (KKNU26) mendukung Habib Rizieq Shihab menuai kontroversi. Apalagi Gus Aam – panggilan cucu pendiri NU KH Abdul Wahab Hasbullah – itu mengklaim bahwa KKNU26 sudah menjadi lembaga formal, berbadan hukum, dan setara dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

KH Fahmi Amrullah (Gus Fahmi), cucu Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari, menilai bahwa manuver Gus Aam itu sudah tak sesuai dengan garis KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) ketika mendirikan KKNU26. Karena itu, Kepala Pondok Putri Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur itu secara terbuka menyatakan tak bisa aktif di KKNU26, jika arahnya tak sesuai dengan garis Gus Sholah.

“Mengikuti perjalanan KKNU sejak ditinggal Almarhum Gus Sholah, kok semakin jauh dari cita-cita beliau. Bahkan sepertinya mengarah kepada pembentukan ormas baru. Dulu Gus Sholah sebenarnya ingin KKNU ini menjadi gerakan moral yang menjadi penyeimbang,” demikian pernyataan terbuka Gus Fahmi dalam grup KKNU.

Gus Fahmi menyarankan agar KKNU tetap menjadi gerakan moral sebagaimana yang digariskan Gus Sholah. “Kalau sampai menjadi ormas baru, apalagi untuk menandingi PBNU, saya mohon maaf tidak bisa aktif dan ndereaken (ikut) poro kiai,” tambah Gus Fahmi yang aktif keliling Indonesia untuk memberi pengajian pada alumni Pesantren Tebuireng.

Kepada bangsaonline.com, Gus Fahmi juga mengaku bertemu KH Azaim Ibrahimi, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo. “Tadi malam juga sempat silaturahmi ka Kiai Azaim. Kami sempat membahas KKNU. Intinya nama kami dicatut tanpa izin. Tentu kami kecewa. Maka kami abaikan saja,” tutur Gus Fahmi, Rabu (25/11/2020).

Kiai Azaim juga mengaku menolak dimasukkan di KKNU versi Gus Aam. “Saya sudah menolak dengan baik dan tidak mengisi formulir yang mereka ajukan,” kata Kiai Azaim. 

KKNU26 semula didirikan Gus Sholah dan para kiai pada 2018. Gus Sholah mendirikan KKNU26 sebagai gerakan moral karena cucu pendiri NU Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu menilai PBNU sering terjebak pada politik praktis dan money politics. Karena itu Gus Sholah - baik lewat KKNU26 maupun secara personal - sering melancarkan kritik dan kontrol terhadap PBNU terutama lewat media massa, baik pernyataan maupun tulisan. (MMA)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 06 Maret 2021 07:30 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Publik heboh. Itu loh, soal dana asing Rp 100 triliun yang bakal masuk Indonesia. Lewat sovereign wealth fund (SWF). Atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).SWF memang sedang jadi sorotan publik. Maklum, sudah banyak ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...