Minggu, 09 Mei 2021 20:52

Empat Simpatisan Rizieq Shihab yang Ancam Bunuh Mahfud MD Dibekuk Polda Jatim

Minggu, 13 Desember 2020 16:50 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Anatasia Novarina
Empat Simpatisan Rizieq Shihab yang Ancam Bunuh Mahfud MD Dibekuk Polda Jatim
Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat menunjukkan barang bukti berupa tangkapan layar aplikasi percakapan WhatsApp.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim membekuk empat orang tersangka yang mengancam akan membunuh Menkopolhukam, Prof. Mahfud MD.

Minggu (13/12) siang, empat tersangka ini, yakni MN, AH, MS, dan SH, dihadirkan dalam rilis pers di Mapolda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan empat orang tersangka penyebar ujaran kebencian terhadap Menkopolhukam Mahfud MD ini ditangkap di Pasuruan, Jawa Timur.

Menurutnya, ancaman yang ditujukan kepada Prof. Mahfud MD melalui video disebarkan oleh keempat tersangka melalui media sosial grup-grup WhatsApp maupun YouTube.

BACA JUGA : 

Munarman, Eks Petinggi FPI Ditangkap Densus 88 Terkait Baiat Teroris

Chat "Bantai Giri" Berujung Laporan ke Polisi

Viral di Medsos, Percakapan "Bantai Giri" yang Diduga Ditujukan ke Bupati Ponorogo

Ancam Bunuh Mahfud MD, Kini Mastur Minta Maaf dan Mohon Diselesaikan di Luar Hukum

"Di dalam konten yang diunggah oleh tersangka ini berisi tentang ancaman dan kebencian. Sedangkan video yang diunggah oleh tersangka di YouTube, tersangka ini mengancam akan membunuh Menkopolhukam Prof. Mahfud MD. Sehingga polisi dengan cepat melakukan penyelidikan terhadap konten yang ada di YouTube dengan nama akunnya “Pasuruan Amazing” tersebut, dan akhirnya berhasil menangkap para pelaku," ujar Trunoyudo, Minggu (13/12)

Lanjut Trunoyudo, bahwa berdasarkan hasil intrograsi yang dilakukan oleh penyidik, empat orang ini adalah simpatisan Imam Besar FPI, Rizieq Shihab.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombespol Gidion Arif Setyawan menyatakan, penangkapan keempat tersangka setelah penyidik melakukan penelusuran jejak digital akun YouTube bernama “Amazing Pasuruan”.

"Bahwa kasus ini adalah Close Social Media, sehingga kami menerbitkan LP model A. Kenapa kita tetapkan empat orang ini sebagai tersangka? Karena mereka tahu bahwa konten yang diunggah itu melanggar norma dan melangar UU memuat atau berisikan tentang ujaran kebencian dan sifatnya mengancam. Ini yang dilarang dalam UU ITE sesuai dengan Pasal 127 ayat 4 dan 28 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara," urai Gidion.

"Keempatnya kita kenakan pasal 127 ayat 4 dan 28 ancaman hukumannya 6 tahun," tambah Gidion. (ana/rev)

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...