Sabtu, 19 Juni 2021 10:58

Peringati Haul Gus Dur ke-11, Gusdurian Mojokutho Kediri Gelar Dialog Kebangsaan

Minggu, 13 Desember 2020 22:11 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Peringati Haul Gus Dur ke-11, Gusdurian Mojokutho Kediri Gelar Dialog Kebangsaan
Dari kiri: Anto Big (Ethan), Gus Naf'an Shalahuddin, dan Koordinator Gusdurian Mojokutho Pare, Antok Beler. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Komunitas Gusdurian Mojokutho Pare, Kabupaten Kediri memperingati Haul ke-11 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan menggelar dialog kebangsaan, di Sanggar Lansia Kongan, Pasar Loak Pujasera, Kota Pare, Minggu (13/12) malam.

Hadir menjadi narasumber utama, Gus Naf'an Shalahuddin, dari Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Meski Kediri diguyur hujan lebat sejak sore, namun hal itu tidak mengurangi minat anggota dan simpatisan Gusdurian Mojokutho Pare untuk hadir.

Acara mengangkat tema 'Serangkai Bunga Untuk Gus Dur" ini dibuka langsung Gus Naf'an Shalahuddin dengan membaca Alfatihah untuk Sang Guru Bangsa, Gus Dur, serta alunan sholawat.

BACA JUGA : 

Peringati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, Gusdurian Mojokutho Pare Gelar Kemah Lingkungan

Peduli, IKA Stikosa AWS bersama Gusdurian dan INTI Bagikan 200 Paket Takjil

​Gusdurian Mojokutho Kediri Kirim Bantuan untuk Korban Banjir di Jombang

Bantu Warga Terdampak Banjir, Gusdurian Mojokutho Pare Kirim Air Bersih ke Desa Besowo

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh lintas agama, organisasi kepemudaan, kaum akar rumput pedagang, dan warga pasar loak pujasera, serta beberapa milenial dari Blitar, Sukabumi, Yogyakarta, dan Bengkulu yang sedang belajar di Kampung Inggris, Kota Kediri.

Koordinator Gusdurian Mojokutho, Pare, Antok Beler, menjelaskan tugas dari Gusdurian adalah merawat warisan perjuangan Gus Dur untuk Indonesia.

Serta mengembangkan tradisi dialog dengan berbagai kelompok masyarakat, untuk saling memahami dan menemukan titik kesamaan, serta mengembangkan upaya-upaya ke arah ke Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Antok, komunitas atau jaringan Gusdurian lahir pasca wafatnya Gus Dur. Adalah putri dari Gus Gur, yaitu Alisa Wahid yang mendirikan komunitas tersebut. Setelah Gus Dur wafat, banyak kelompok yang dilemahkan seperti petani dan kelompok minoritas agama datang menghampiri keluarga Gus Dur.

"Oleh karena itu, Mbak Alisa lalu membuat Jaringan Gusdurian tahun 2010, bersama murid-murid Gus Dur dari berbagai tempat," terang Antok.

Dijelaskan oleh Antok, Jaringan Gusdurian adalah arena sinergi bagi para Gusdurian di ruang kultural dan non politik praktis. Di dalam jaringan Gusdurian tergabung individu, komunitas/forum lokal, dan organisasi yang merasa terinspirasi oleh teladan nilai, pemikiran, dan perjuangan Gus Dur. Karena bersifat jejaring kerja, maka tidak diperlukan keanggotaan formal.

Jaringan Gusdurian memfokuskan sinergi kerja non politik praktis pada dimensi-dimensi yang telah ditekuni Gus Dur, meliputi 4 dimensi besar: Islam dan Keimanan, Kultural, Negara, dan Kemanusiaan

"Nilai, pemikiran, perjuangan Gus Dur tetap hidup dan mengawal pergerakan kebangsaan Indonesia, melalui sinergi karya para pengikutnya, dilandasi 9 Nilai Gus Dur, yaitu Ketauhidan, Kemanusiaan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasan, Persaudaraan, Kesederhanaan, Sikap Ksatria, dan Kearifan Tradisi," beber Antok.

Ia menambahkan bahwa kegiatan Gusdurian Mojukutho, Pare, selama ini fokus pada bidang kemanusiaan (Humanity for All), salah satunya jumat berkah, berkolaborasi antar lintas komunitas, melaksanakan bedah rumah, pendampingan anak-anak dan lansia, juga terlibat penanggulangan bencana alam di berbagai daerah.

Sementara itu, Gus Naf'an Shalahuddin dalam tausiyahnya menyampaikan tentang Gus Dur sebagai Guru Bangsa yang harus diingat ajarannya, terutama oleh generasi muda.

"Gus Dur adalah multitalent. Bila ingin membahas Gus Dur tidak cukup satu bulan. Gus Dur itu seorang kiai, politisi, seniman, dan penulis. Kalau ngomong pecinta Gus Dur, sebenarnya pecinta Gus Dur itu ada di seluruh dunia. Sedangkan Gusdurian itu adalah Komunitas Pecinta Gus Dur yang didirikan oleh Alisa Wahid," kata Gus Naf'an.

"Apa yang dikatakan Gus Dur, kebanyakan terjadi di kemudian hari. Gus Dur bukan peramal, tapi Gus Dur memang mendapat ilham dari Allah SWT. Gus Dur adalah seorang Waliyullah," kata Gus Naf'an.

Menurut Gus Naf'an, Gus Dur adalah sosok yang sangat toleran. Gus Dur sudah biasa bergaul dengan teman-temannya dari lintas agama, aliran kepercayaan, budayawan, dan seniman. "Gus Dur sangat menghargai perbedaan. Gus Dur adalah sosok yang sangat pluralis," tambahnya.

Seperti diketahui, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940, meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 lalu, pada umur 69 tahun. (uji/ian)

Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Gelar Pertemuan, Anggota Gapoktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua, Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 18 Juni 2021 10:01 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...