"Jadi, ke depan masyarakat memiliki pilihan yang banyak tentang pendidikan. Setelah kami melakukan studi terkait lokasi yang akan dibangun, ternyata jatuhnya di lokasi Perumahan Kahuripan Nirwana. Tentunya ini jauh lebih lengkap," jelas Hengky.
Pendirian sekolah di Kahuripan Nirwana terbilang sangat strategis. Sebab, sekolah al-Azhar tidak hanya menghadirkan siswa-siswi dari kalangan Sidoarjo, melainkan Surabaya, Gresik dan Mojokerto. "Karena tidak menutup kemungkinan siswa-siswi kita dari berbagai daerah," tambahnya.
Dalam penerapannya, sekolah Al-Azhar juga akan bekerja sama dengan Cambridge untuk mendukung kurikulum berbasis internasional. Menurutnya, hal inilah yang akan menjadi potensi bagi sekolah muslim berkualitas yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Timur.
"Seperti sekolah Al-Azhar yang lain, kami tidak full day school. Hanya sampai pukul 14.00 WIB. Hanya saja kami memasukkan kurikulum Cambridge untuk jenjang internasional. Sehingga makin lengkap," jelasnya.
Dalam pembangunan sekolah ini, pihaknya sudah menginvestasikan kurang lebih Rp.125 miliar. Pembangunan akan segera dilakukan dan akan direncanakan beroperasi di tahun mendatang.
"Kurang lebih dua ribuan siswa mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA. Dan itu dilakukan secara berkala," pungkasnya. (cat/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




