Minggu, 13 Juni 2021 16:00

Demokrasi Bisa Diisi Kebaikan, Bisa Diselewengkan, Jika Penganut Agama Gagal Isi Ruh Nilai Mulia

Sabtu, 17 April 2021 20:57 WIB
Editor: mma
Demokrasi Bisa Diisi Kebaikan, Bisa Diselewengkan, Jika Penganut Agama Gagal Isi Ruh Nilai Mulia
Mahfud MD saat jadi keynote speaker dalam webinar Tadarus Demokrasi, Relasi Agama, dan Demokrasi, yang diselenggarakan oleh MMD Initiative, Jakarta, Sabtu (17/4). foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, agama, khususnya Islam, dapat menerima sistem politik dan pemerintahan apapun, termasuk demokrasi.

"Agama itu peraturan dan normanya, prinsipnya, datang vertikal, dari Tuhan. Pedoman hidup manusia. Wahyu Tuhan yang wajib diikuti sesuai keyakinan. Sementara demokrasi hanya model dan sistem di dalam bernegara. Normanya lahir secara horizontal," kata Mahfud MD saat menjadi keynote speaker dalam webinar Tadarus Demokrasi, Relasi Agama dan Demokrasi, yang diselenggarakan oleh MMD Initiative, Jakarta, Sabtu (17/4).

Meski berbeda sumbernya, agama bisa menerima sistem politik dan sistem bernegara jenis apa pun. Baik demokrasi, kerajaan, monarki, otokrasi, teokrasi, dan sistem apapun saja. Sebab, prinsipnya, agama bersifat netral.

Urusan cara dan sistem hidup bernegara, prinsip organisasi pemerintahannya, kata Mahfud, diserahkan kepada masing-masing pemeluk agama.

BACA JUGA : 

Halal Bihalal Online (HBO) Sahabat Mahfud Dihadiri Korwil dan Korda se-Indonesia

Sebut Mahfud MD, Kiai Asep Ingatkan Jokowi tentang Menterinya yang Baik dan Tidak Baik

MoU Ditandatangani, Pembangunan Lapas Terintegrasi di Kota Pasuruan Segera Terealisasi

Datangi Mahfud MD, Cak Imin Disebut Minta Tolong Redam Motor Penggerak MLB

"Islam tidak mengharuskan lembaga atau sistem politik tertentu. Agama tidak melarang monarki totaliter. Tidak diperintahkan, tapi diceritakan dalam kitab suci. Otokrasi ada yang jelek, ada Firaun dan Namrudz. Tapi ada Khalifah Umar bin Abdul Azis, Harun Ar Rasyid yang baik," tambahnya.

Apakah agama cocok dengan demokrasi? Mahfud menegaskan, keduanya sangat kompatibel. Di dalam demokrasi, lanjutnya, ada nilai toleransi yang mewajibkan manusia harus siap berbeda. Ada juga prinsip kesetaraan yang menyebut semua manusia kedudukannya sama. Juga ada nilai keadilan dan kejujuran.

"Itu kan nilai agama. Yang salah dan perlu dikoreksi itu, ada yang bilang demokrasi toghut. Harusnya kritiknya, demokrasi memang ada yang dipakai mencari keuntungan untuk kelompoknya sendiri. Hal yang tidak benar dibuatkan hukum menjadi benar atas nama demokrasi. Kalau terjadi, artinya pemeluk agama gagal isi ruh demokrasi dengan nilai mulia keagamaan. Artinya, demokrasi bisa dimanfaatkan untuk kebaikan. Juga bisa juga diselewengkan," terangnya.

Ditegaskan Mahfud, apapun jenis sistem negara dan pemerintahannya, nilai dan tujuan yang diusung haruslah sama. Negara mesti ditujukan membangun keadilan, kesejahteraan masyarakat, dan membangun akhlak.

"Yang penting nilai-nilai ini. Apakah Mamlakah, Sultanah, Imamah, Keamiran atau Emirat, silakan saja. Kalau Indonesia sudah memilih demokrasi, mistaqon ghalidza, maka isilah demokrasi dengan nilai kebajikan perilaku para pelakunya," pungkas Mahfud yang kemudian membuka diskusi.

Hadir dalam webinar tersebut Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) yang juga dosen Monash University Australia, Nadirsyah Hossen. Hadir pula Abdul Gaffar Karim, dosen Fisipol UGM Yogyakarta dan Aktivis Nahdlatul Ulama lainnya Abdul Azis. Acara dimoderatori oleh Chaca Annisa, presenter sebuah televisi swasta.

Khilafah Proyek Politik Inggris? Ini Alasan Hizbut Tahrir Bolehkan Cium Cewek Bukan Muhrim
Minggu, 13 Juni 2021 14:58 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA mengungkapkan bahwa upaya menghidupkan sistem pemerintahan khilafah adalah fatamorgana. Tapi Hizbut Tahrir ngotot mau mendirikan khilafah. “Khilafah yang sudah ambruk mau dikembalika...
Minggu, 13 Juni 2021 08:00 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com-Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, SPt, MM, mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan memfasilitasi kontes betta atau ikan cupang yang akan digelar di Convention Hall SLG.Menurut dia, kontes tersebut jug...
Minggu, 13 Juni 2021 06:18 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Muncul ledakan baru Covid-19 di Indonesia. Yaitu di Kudus Jateng dan Arosbaya Bangkalan Madura. Yang terakhir kasus anggota DPRD Kota Surabaya. Sebanyak 9 “wakil rakyat” tertular Covid-19. Padahal mereka sudah divaksin....
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...