Kamis, 24 Juni 2021 22:39

Ramadan di Masa Pandemi, Makam Gus Miek Tetap Buka dan Banyak Didatangi Peziarah

Selasa, 20 April 2021 16:03 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Ramadan di Masa Pandemi, Makam Gus Miek Tetap Buka dan Banyak Didatangi Peziarah
Dua peziarah ketika berdoa di Pusara Gus Miek dan istrinya. (foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pada Bulan Suci Ramadan di masa pandemi ini, Makam K.H. Hamim Dzajuli (Gus Miek) dan Nyai Hj. Lilik S. Gus Miek (Nyai Miek) tetap buka dan boleh dikunjungi para peziarah dengan menerapkan protokol kesehatan.

Meski tidak seramai sebelum ada pandemi, banyak peziarah datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur maupun provinsi lain di Indonesia, bahkan ada yang datang dari luar negeri, terutama Malaysia dan Brunei.

Pada bulan Ramadan, jumlah peziarah ke makam Gus Miek biasanya makin banyak. Mereka mengirim doa dan mengaji di Makam Gus Miek yang wafat pada 5 Juni 1993 silam.

Namun sejak bulan Maret 2020 lalu, seiring dengan berlangsungnya pandemi Covid-19 sampai bulan April 2021, suasana makam memang terasa sepi. Sepinya peziarah ini, tentu sangat berdampak bagi pedagang.

BACA JUGA : 

Melalui Sahaja Lekat, Ribuan Dokumen Kependudukan di Kediri Terselesaikan dengan Cepat

Kunjungi Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Pemkot Samarinda Studi Tiru Prodamas Plus

Ada Agenda Mendadak, Bupati Kediri Batal Hadiri ​Peresmian Aplikasi Smart Connect di Badalpandean

Terpilih Jadi Penerima Bantuan Minapadi, Pemkab Kediri Siap Kembangkan Potensi Perikanan

Mbah Kasanan (71), Penjaga Makam Auliya Tambak didampingi rekannya, Mudakir (70) menceritakan bahwa semenjak pandemi ini, peziarah yang datang ke Makam Gus Miek memang berkurang drastis. Biasanya mencapai ribuan, kini tinggal ratusan saja tiap minggunya.

Menurut Mbah Kasanan, Almarhum Gus Miek dahulu mempunyai ide ingin mengumpulkan ulama se-Jawa Timur sebanyak 41 ulama untuk dimakamkan di sini. Para ulama itu berasal dari Jember, Banyuwangi, bahkan Bali sekalipun.

"Kalau sekarang kira-kira kurang lebih sudah ada 30 ulama yang dimakamkan," terang Mbah Kasanan. 30 ulama itu, antara lain termasuk Gus Miek, Kiai Achmad Siddiq Jember (Rais Am PBNU 1984-1990), Kiai Yasin Yusuf al-Balitari (juru dakwah terkenal asal Blitar), Mbah Dahnan Trenggalek, dan ulama lainnya.

Ditambahkan oleh Mbah Kasanan, di Makam Gus Miek ini diusahakan bebas dari orang meminta-minta. Bila ada orang yang ketahuan meminta-minta, akan dibawa ke kantor untuk diberi pengertian dan diberi uang saku, selanjutnya disuruh pulang.

"Tujuan melarang peminta-minta (pengemis) beraktivitas di area Makam Gus Miek, semata-mata untuk memberi ketenangan kepada para peziarah," imbuh Mbah Kasanan.

Sementara itu, Bahrul Ulum (54), peziarah asal Gedek, Mojokerto, mengaku rutin ziarah ke Makam Gus Miek, karena kedua anaknya mondok di Ponpes Al Falah, Ploso. Namun, ia mengatakan sudah mendengar nama Gus Miek sejak tahun 1982.

Setiap menjenguk anak-anak, lanjut Bahrul Ulum, dia dan keluarganya pasti berziarah ke Makam Gus Miek di Kompleks Makam Auliya di Dusun Tambak, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo.

"Saya memang belum pernah ketemu langsung Gus Miek. Tapi saya sudah mengetahui bagaimana Gus Miek. Makanya saya dan keluarga sering sowan (berziarah) ke sini," kata Bahrul Ulum seusai berziarah di Makam Gus Miek, Selasa (20/4/2021).

Seperti diketahui, K.H. Hamim Tohari Djazuli, akrab dipanggil Gus Miek adalah Pendiri Amalan Dzikir Jama'ah Mujahadah Lailiyah, Dzikrul Ghofilin, dan Sema'an Al-Qur'an Jantiko Mantab.

Gus Miek adalah putra dari K.H. Ahmad Djazuli Utsman, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur. Kiai karismatik itu dimakamkan di Dusun Tambak, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, sekitar 5 km ke arah selatan dari Ponpes Al-Falah, Ploso.

Pengunjung datang dari berbagai daerah, ada dari Surabaya, Pasuruan, Jember, Banyuwangi ataupun sekitar Kediri saja. Selain berziarah ke Makam Gus Miek, para peziarah pun menyempatkan berdoa di Makam Nyai Lilik Suyati, istri Gus Miek yang dimakamkan bersebelahan dengan Makam Gus Miek. (uji/zar)

Pasuruan Zona Merah, Vaksinasi Digencarkan
Selasa, 22 Juni 2021 23:42 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan Menggelar Vaksinasi Massal Selasa Siang Tadi(22/06/2021). Vaksinasi Ini Dilakukan Di Alam Terbuka, Tepatnya Di Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga Terlihat Antusias Mengantre Untuk Mengikuti Vaksi...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Kamis, 24 Juni 2021 07:56 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sejak Covid-19 melonjak lagi secara drastis, penanganan Covid-19 tampak kewalahan. Vaksinasi belum maksimal. Alternatif lain belum mendapat izin. Bahkan konvalesen kini jadi barang langka.Benarkah? Silakan simak tuli...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...