Film Dokumenter "Pulau Plastik" karya Dandhy Laksono dan Rahung Nasution.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik memborong sebanyak 120 tiket film dokumenter "Pulau Plastik" untuk nonton bareng (nobar) di Studio XXI GressMall Gesik, Rabu (28/4/2021).
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Gresik Mokh. Najikh, untuk nobar film dokumenter "Pulau Plastik" karya Dandhy Laksono dan Rahung Nasution itu dilakukan secara bergelombang, alias dengan jam tayang yang berbeda.
BACA JUGA:
- Review Film Waham: Senator Lia Istifhama Puji Karya Mahasiswa UBSI tentang Kesehatan Mental
- DPRD Gresik Cecar Manajemen PT Linde Indonesia Soal Kebocoran Hingga CSR
- DLH Gresik Investigasi dan Uji Lab Debu Dampak Kebocoran di PT Linde Indonesia
- Dinilai Membahayakan, Ketua DPRD Gresik Hentikan Penambangan Galian C di Desa Sukorejo
Adapun gelombang 1 untuk 60 penonton. Nobar dimulai pukul 13.00 WIB-selesai. "Nobar pada jam tayang 1 diperuntukkan bagi sekolah-sekolah peraih adiwiyata. Penontonnya terbatas," ujar Najikh.
Kemudian, untuk gelombang 2 pukul 15.00 WIB-selesai, juga diikuti oleh 60 orang. Mereka dari keluarga DLH, para mitra, dan pemerhati/penggiat lingkungan di Kabupaten Gresik. "Selain di bioskop Gresik, film juga tayang di bioskop lain di Jawa Timur," imbuhnya.
Najikh menambahkan, langkah DLH memborong 120 tiket selain sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap keberadaan film tersebut, juga sebagai bentuk apresiasi penawaran dari Aktivis LSM Ecoton Perigi Arisandi sebagai salah satu inisiator dan pemeran.
Najikh berharap, film tersebut bisa menjadi spirit masyarakat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik dan tak membuang sampah plastik sembarangan. "Film ini juga mengandung pesan kepada masyarakat agar tidak memakai plastik sekali pakai (PSP)," pungkasnya. (hud/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




