"Pelaku mengancam menggunakan senjata listrik kejut berdaya tinggi," kata Wenwen, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolsek Lowokwaru, Jumat siang.
Wenwen sendiri baru tahu terjadi perampokan saat pelaku menggelandang rekan kerjanya, Yusky, menuju ruang brankas belakang. Pelaku meminta Yusky menunjukkan ruang brankas lantaran di laci kasir tidak tersedia uang dalam jumlah besar.
Setelah pelaku membawa kabur uang dari brankas senilai kurang lebih Rp 8,5 juta beserta 5 bungkus rokok, baik Yusky dan Wenwen sama-sama shock dan tak bisa melakukan perlawanan. Keduanya mengaku tak tahu apa ada pelaku lain yang membantu dari luar Indomaret.
Polisi masih mendalami rekaman CCTV untuk mengungkap kasus perampokan yang terjadi di Indomaret Jalan Bendungan Sutami Selatan, Kota Malang, Jumat (6/3) dini hari tersebut. Polisi juga telah menggelar olah TKP (tempat kejadian perkara) pagi kemarin setelah mendapat laporan. Kapolsek Lowokwaru, Kompol Kuswara, menyatakan, pelaku berusaha menyembunyikan identitas dan ciri-ciri tubuhnya saat beraksi.
"Dilihat dari rekaman CCTV, pelaku menggunakan masker, helm hitam dan jaket hitam," ujar Kuswara.
Dalam aksi perampokan itu, pelaku tidak menggunakan kekerasan terhadap korban. Pelaku hanya menebar ancaman menggunakan alat kejut listrik bertegangan tinggi. Hingga saat ini, polisi belum bisa mengambil kesimpulan berapa jumlah pelaku yang terlibat dalam perampokan ini. Namun, dalam rekaman CCTV, hanya terlihat pelaku beraksi seorang diri di dalam Indomaret. Sementara tidak begitu jelas terlihat apa yang terjadi setelah pelaku keluar dari Indomaret.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




