KH Abdul Hakim Musthofa
Kiai Abdul Hakim Musthofa mengingatkan kasus Muktamar NU di Makassar jangan sampai terulang lagi, terutama soal politik uang. “Jangan sampai itu terjadi. Kita sangat prihatin,” tegas mantan kepala Madrasah Tsanawiyah Aswaja Kalidawir-Tulungagung itu.Menurut dia, MuktamarNU di Makassar adalah contoh kurang baik. Ia menunjuk kasus pembahasan program yang tak tuntas. “Waktu itu pembahasan program kan gak tuntas. Katanya mau diteruskan setelah Muktamar. Tapi sampai sekarang tidak ada,” katanya. Akibatnya, semua serba tak jelas. “Dampaknya kan sudah terasa semua,” katanya. Ia mengakui bahwa salah satu dampaknya kurang barakah.
Menurut dia, seharusnya sekarang fokus membahas materi Muktamar, bukan malah sibuk menyosialisasikan Ahwa. “Ahwa itu kan cuma sistem pemilihan,” katanya.“Waktu Muktamar ini kan sudah dekat. Seharusnya kita sudah membahas materi Muktamar. Tapi sampai sekarang PWNU Jawa Timur belum memberikan materi Muktamar. Padahal sebenarnya itu yang penting, terutama soal program,” katanya.
Ia menegaskan hingga kini PWNU Jawa Timur belum mengajak bicara soal Muktamar, meskitempat perhelatan akbar itu berada di Jombang Jawa Timur. “Seharusnya kan kita bahas bersama. Kiai Mutawakkil pernah pidato ngajak PWNU dan PCNU kompak. Kita inginnya memang kompak. Tapi sampai sekarang kita belum pernah diajak bicara soal Muktamar,” katanya seraya mengatakan bahwa dirinya tidak tahu kompak soal apa. “Belum ada pembicaraan kompak soal apa,” tambahnya.
Kiai Abdul Hakim Musthofa juga mengaku belum pernah mendapat penjelasan hasil Konbes dan Munas dari PWNU Jawa Timur. Padahal peserta Munas dan Konbes itu adalah PWNU, bukan PCNU. Seharusnya usai Munas dan konbes, PWNU menjelaskan kepada PCNU materi apa saja yang dibahas dalam acara yang levelnya setingkat di bawah Muktamar itu.“Kita tahunya materi Konbes dan Munas itu justeru dari kelompok-kelompok halaqah,” katanya.“Jadi yang aktif itu kelompok-kelompok halaqah,” tambahnya.
Ia khawatir kondisi ini dimanfaatkan pihak ketiga yang ingin menjadi “penumpang” dalam Muktamar. “Waktu Muktamar NU di Makassar kasus seperti ini kan di Jawa Timur,” katanya.
Disinggung soal pertemuan antar pengasuh pesantren yang akan digelar di Tulungagung hari ini, Kiai Abdul Hakim Musthofa mengaku akan datang. “Saya selalu hadir. Waktu di Jombang saya hadir. Waktu di Madiun tempo hari saya juga hadir. Saya selalu hadir karena bisa tahu semua,” katanya.
Informasi yang diterima HARIAN BANGSA hari ini bakal digelar Forum Pengasuh Pesantren di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien (PPHM) Asrama Putri Sunan Pandanaran, Gang Roda Ngunut, Tulungagung Jawa Timur. Pesantren Hidayatul Mubtadiien ini diasuh oleh KH Mahrus Maryani yang juga Rais Syuriah PCNU Tulungagung. Dalam acara ini KHA Hasyim Muzadi dan Gus Solah bakal tampil sebagai pembicara. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




