SURABAYA (BangsaOnline) - Hampir bisa dipastikan Sukoto dan Dhimam Abror tidak bisa maju dalam pemilihan walikota (Pilwali) Surabaya 2015 melalui PKB. Pasalnya, kedua orang bakal calon walikota ini telah menjajaki peruntungan melalu Partai Nasdem. Padahal keduanya juga melakukan pendekatan intensif dengan pengurus DPC PKB Surabaya.
Meskipun masih sebatas penjajakan dan belum tentu diusung oleh partai Nasdem, namun keduanya telah mengikuti debat publik bakal calon walikota dan waki walikota yang diprakarsai DPW Nasdem Jatim, Selasa (17/3). Selain Sukoto dan Dhimam Abror, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dikabarkan mengikuti debat publik tersebut.
BACA JUGA:
- PDIP Minta Mahar Hingga Rp 10 M, Cawawali Surabaya Punya Uang Berapa?
- PKB Intruksikan Kader Sosialisasikan Fandi Utomo sebagai Cawali Surabaya
- Di Depan 700 Kiai MWCNU-Ranting NU se-Surabaya, Kiai Asep: Wali Kota Surabaya Harus Kader NU
- Rekap Pilkada Surabaya Tingkat Kecamatan Selesai: Risma-Whisnu 86,35%, Rasiyo-Lucy 13,65%
Wakil Ketua DPC PKB Surabaya Satuham mengaku partainya sudah tutup pintu dengan Dhimam Abror dan Sukoto. Memang selama ini, keduanya gencar mendekati para pengurus PKB. Mulai dari silaturahim ke kantor DPC PKB Surabaya hingga pertemuan non formal membahas pilwali 2015.
“Yang jelas, kita tidak akan menerima keduanya lagi, selama ini kan mereka mendekat dengan PKB, tapi karena PKB belum buka pendaftaran, kita hanya tanya alasannya kenapa dua orang itu pengin diusung PKB,” jelas Satuham, Selasa (17/3).
Satuham menegaskan, PKB masih memiliki kader yang lebih potensial ketimbang Sukoto dan Dhimam Abror. Dengan begitu, andaikata keduanya gagal maju lewat Partai Nasdem, maka siap-saiap mencari partai selain PKB sebagai kendaraan politiknya.
“Tidak ada partai yang bisa dibuat mainan, apalagi kalau PKB masih nerima mereka (Sukoto-Dhimam Abror) seolah-olah PKB tidak punya kader,” tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




