PKB Tutup Pintu Dhimam dan Sukoto Untuk Pilwali Surabaya

Dia memandang, Sukoto dan Dhimam Abror tidak konsisten. Menurut informasi yang diketahui Satuham, selain tercatat di Partai Nasdem, Sukoto dan Dhimam Abror juga mendaftar di Partai Golkar. Karena itu, Satuham memandang Sukoto dan Dhimam Abror bukan calon walikota sejati.

“Saya sudah bilang, setiap calon punya kekurangan, nah kekurangan itu bisa ditutupi oleh partai, itupun kalau calon tersebut konsisten, kalau mendaftar di partai tertentu, ya jangan menjajaki ke partai lainnya, ini kan kesannya main-main,” terangnya.

DPC PKB Surabaya hingga saat ini masih belum membuka pendaftaran. Pasalnya, PKB masih menunggu kepastian regulasi tentang pilkada yang masih belum final. Meskipun belum membuka pendaftaran, namun beberapa calon sudah mulai dikaitkan dengan partai berlambang bumi dengan bintang sembilan itu. Sebut saja kader sendiri seperti Arzeti Bilbina.

Sementara itu, Dhimam Abror mengaku, kendati belum "klik" dengan partai politik manapun untuk mengusungnya maju dalam Pilwali 2015 mendatang, dengan senang hati ia menyambut niat baik partai NasDem tersebut. "Iya. Saya akan datang ke acara debat publik ini untuk menghomarti keinginan pengurus Nasdem,” katanya.

Dhimam berdalih, tidak baik menolak ajakan orang lain. Apalagi ajakan tersebut dimaksudkan untuk kebaikan. Debat publik yang dimotori oleh partai NasDem ini sejatinya untuk menunjukkan kemampuan serta elektabilitas dari para bakal calon Walikota yang akan maju pada Pilwali Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO