M. Shofa Ulul Azmi, Pencetus Logo Hari Santri Nasional 2021.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - M. Shofa Ulul Azmi adalah orang di balik logo Hari Santri Nasional tahun 2021. Pria kelahiran Kabupaten Pati 29 tahun silam ini tercatat sebagai alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, Kabupaten Tuban.
Delapan tahun lamanya ia menimba ilmu di Ponpes Langitan dan menamatkan pendidikan terakhir di Madrasah Aliyah Al Falahiyah. Selama di Tuban, dia aktif di bidang media. Seperti, Majalah Harakah dan Majalah Langitan. Selain itu, dia juga sering menjadi juri lomba desain.
BACA JUGA:
- Pranata Humas Kemenag Tuban Dinobatkan Sebagai ASN Inspiratif, Cetak Rekor 592 Berita Dalam Setahun
- Perkuat Operasional Layanan, 16 KUA di Tuban Terima Bantuan Laptop dan Printer
- Kemenag Tuban Pastikan Layanan Nikah Tetap Optimal Meski Ada WFA
- Nihil Poligami, Sepanjang 2025 KUA Tuban Catat 8.081 Peristiwa Nikah
Shofa menceritakan, awal mula ia diminta mendesain logo hari santri. Kala itu ia dan temannya, Hilal dari Pesantren Krapyak Yogyakarta dihubungi pihak Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk mendesain logo hari santri. Namun, karena temannya berhalangan, akhirnya ia sendiri yang mengerjakan logo permintaan Kemenag itu.
"Kami dihubungi perwakilan dari Kemenag pusat. Karena teman saya Kang Hilal tidak bisa mengerjakan, jadi akhirnya saya yang mengerjakan logonya. Setelah mempelajari brief dan temanya, akhirnya dapat konsep mentahnya dan siap mempresentasikan logonya," kata Shofa, Jumat (22/10).
Pria yang kini tinggal di Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati ini mengaku sudah kedua kalinya menerima tugas pembuatan logo hari santri. Tahun kemarin dia dan temannya juga diminta membuat logo serupa.
"Tahun kemarin logo hari santri juga dari kami (Shofa dan Hilal) yang memproduksi. Dari 3 desain yang kami kirim, kebetulan karya kang Hilal yang terpilih. Alhamdulillah tahun ini karya saya," lanjut dia.
Terpilihnya logo buatannya itu, membuat Shofa semakin semangat dan termotivasi lagi untuk mengembangkan kreativitasnya dalam pembuatan logo. Selain itu, ia juga ingin karyanya semakin dikenal luas dan bisa menghiasi ruang publik.
"Setidaknya, selain saya persembahkan untuk teman-teman santri, logo ini saya persembahkan kepada para masyayikh dan teman-teman seperjuangan di Ponpes Langitan, karena dulu saya belajar desain dari Langitan Tuban," sambungnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




