M. Shofa Ulul Azmi, Pencetus Logo Hari Santri Nasional 2021.
Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid, merasa bangga dan senang sekali ada santri dari Tuban yang karyanya dipakai dan digunakan orang se-Indonesia. Dia berharap, santri-santri yang lain tidak mau kalah dan terus berkarya.
"Kita patut bersyukur dan berbangga hati, ada karya anak bangsa dari pesantren Langitan yang karyanya digunakan orang se-Indonesia," ujarnya.
Desain logo bertema 'Santri Siaga Jiwa dan Raga' memiliki filosofi yang mendalam mewakili karakter seorang santri. Pertama adalah sholat. Santri yang selalu ingat tugas utamanya adalah menghamba, dengan kesadaran kepasrahan kepada Sang Pencipta adalah puncak kekuatan jiwa.
Kedua adalah sujud, simbol di mana ikhtiar dilakukan sungguh-sungguh, dengan Azzam dalam berperang melawan pandemi ini, lalu diakhiri dengan sebuah sikap tawakkal, berserah kepada Sang Maha Pencipta.
Ketiga, kebersamaan. Ini jadi satu ciri dan kekuatan santri. Semangat Al Muslimu Lil Muslimi Kal Bunyani Yasyuddu Ba`duhum Ba`da, santri seperti bangunan yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya.
Keempat, semangat. Tak ada santri yang bermalas-malasan. Dengan bekerja keras, segala sesuatu pasti akan tercapai. Dahulu, kita sering berteriak menghafal Mahfudzat, “Man Jadda, wajada”. Siapa yang bersungguh-sungguh, penuh semangat, maka ia akan sampai pada tujuannya.
Satu lagi karakter santri adalah berbagi. Berbagi adalah hal yang niscaya saat menjadi santri, tak ada santri yang lapar, tak ada santri yang bersedih karena kiriman dari orang tua lambat.
Sedangkan, warna Logo HS 2021 adalah gambaran luapan semangat santri dalam berbakti pada negeri, dan semangat menjalankan fungsi-fungsi seorang hamba pada sang Khaliq. (gun/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




