Kasatpol PP Kabupaten Pamekasan, Khusairi.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Nuansa Kota Pamekasan semakin religius. Banyak spanduk, banner, maupun umbul-umbul berisi publikasi MTQ XXIX di setiap sudut, khususnya jalan protokol.
Bahkan, seluruh jembatan, pot bunga, dan pagar di sekitar Monumen Arek Lancor dicat ulang untuk menyambut para kafilah dari 37 kabupaten seluruh Jawa Timur itu.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
Nuansa religi dan semarak gelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Pamekasan itu semakin terasa. Bahkan, para pedagang telah disterilkan. Meski terhitung masih akan digelar pada pekan depan, yakni tanggal 2 November hingga 11 November 2021.
Pantauan BANGSAONLINE.com, selama beberapa hari terakhir, mulai dari sepanjang Jalan Trunojoyo, Jalan Jokotole, hingga ke Jalan Diponegoro, serta jalan kabupaten yang mengarah ke Mandhapa Agung Ronggo Sukowati Pamekasan sudah selesai dihias.
Setiap persimpangan utama dan titik strategis kota juga terdapat papan raksasa atau baliho khas MTQ Jatim. Baliho itu berisi ajakan untuk menyukseskan gelaran MTQ Jatim, lengkap dengan gambar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Pamekasan Khusairi mengatakan, pihaknya diberi tugas untuk memastikan kenyamanan dan keindahan kota menjelang gelaran MTQ. Salah satunya, merelokasi sementara pedagang kaki lima (PKL) yang berada di jalur utama jantung kota Pamekasan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




