SURABAYA (BangsaOnline) - Angka pertumbuhan ekonomi Jawa Timur memang tergolong tinggi, yakni mencapai 7 persen per tahun. Namun pertumbuhan ekonomi itu tidak diikuti pemerataan pembangunan di 38 kabupaten/kota yang ada di Jatim. Terbukti angka disparitas antar daerah masih tergolong tinggi. Hal itu terjadi karena pembangunan provinsi paling timur di pulau Jawa itu hanya berkutat di kawasan Barat, seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Lamongan.
Fakta itu membuat anggota DPRD Provinsin Jatim, Irwan Setiawan prihatin. Menurut politisi PKS yang akrab disapa Kang Irwan itu, sudah saatnya Pemprov merubah paradigm dalam membangun Jatim dengan membangun pusat pertumbuhan baru sehingga pemerataan pembangunan bisa tercapai dengan secara otomatis memperkecil disparitas antar wilayah.
BACA JUGA:
- Kader PKB Jatim Salurkan 1.055 Hewan Kurban ke Pesantren dan Warga
- Sosialisasi Pendidikan Moral Islamiyah, Anggota DPRD Jatim Aida: Pondasi Generasi Muda Berdaya Saing
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
“Ini saatnya pemprov menggeser prioritas pembangunan dari wilayah Barat ke Timur. Sudah saatnya ada pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur, karena Surabaya sebagai pusat ekonomi saat ini semakin kompleks,” tutur Sekretaris FPKS Jatim ini, Minggu (5/4).
Anggota parlemen dari daerah pemilihan Jatim III yang meliputi kabupaten Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi ini menilai kabupaten Banyuwangi punya potensi untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Bahkan menurut Irwan, Banyuwangi bisa menjadi pintu gerbang perdagangan Jawa Timur dengan kawasan Timur Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




