Lagi, FPRB Kabupaten Kediri Temukan Gunungan Sampah di Kecamatan Gurah

Lagi, FPRB Kabupaten Kediri Temukan Gunungan Sampah di Kecamatan Gurah Ketua FPRB Kabupaten Kediri dr. Ari Purnomo Adi (pakai rompi) bersama tim saat mengecek tumpukan sampah di Desa Turus Kecamatan Gurah. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bicara soal sampah memang tidak pernah ada habisnya. Satu lokasi pembuangan sampah ilegal dibersihkan, muncul lagi lokasi sampah ilegal lainnya. Kali ini, gunungan sampah kembali ditemukan. Lokasinya di Desa Turus, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Tumpukan sampah itu memang tidak terlalu dekat dengan pemukiman penduduk. Namun, lokasinya yang berada persis di sisi jalan desa dinilai bisa mengganggu kesehatan.

Keberadaan tumpukan sampah itu sudah dilaporkan salah satu warga ke Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri.

Ketua FPRB Kabupaten Kediri dr. Ari Purnomo Adi menjelaskan pihaknya langsung mengecek lokasi tumpukan sampah setelah menerima aduan warga.

Berdasarkan laporan, tumpukan sampah itu sudah lama ada dan sangat menganggu warga. Khususnya petani yang sawahnya dekat dengan tumpukan sampah itu.

"Berdasarkan hasil pengecekan kami, pembuangan sampah di tempat tersebut terjadi sudah cukup lama," kata Ari, Selasa (15/11/2022).

Ia mengatakan akan segera membahasnya dengan tim dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti dinas lingkungan hidup dan DPUPR. Pihaknya juga akan melaporkan temuan ini kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Ari menyebut bahwa masalah sampah, terutama sampah rumah tangga, memang manjadi dilema bagi masyarakat. Pasalnya, sejauh ini belum tersedia tempat pembuangan sampah yang layak.

Hal itulah yang membuat masyarakat membuang sampah di tempat yang tidak semestinya. Seperti di bantaran sungai, di aliran sungai, serta tempat terbuka seperti yang terjadi di Desa Turus.

"Kami sebagai kelompok relawan siap membantu pemerintah dalam penanggulangan masalah sampah ini. FPRB Kabupaten Kediri telah memiliki sekolah sampah dan itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk belajar bagaimana mengolah sampah yang benar," pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, ketika dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, berjanji akan secepatnya melakukan pengecekan ke lapangan. (uji/rev)