Suasana pelaksanaan bimtek pengelolaan ikan. (foto: imron/BANGSAONLINE)
Hj Tutuk meminta, Bimtek diikuti secara seksama dan berharap ketika olahan ikan tersebut berhasil menjadi ladang ekonomi keluarga, janganlah mencari keuntungan yang banyak dengan mengurangi takaran bahan dalam pembuatanya.” Ambil untung sedikit, tapi jumlah yang dijual banyak,” pintanya.
Diakuinya, selama ini banyak terjadi pada industri rumah tangga, karena ingin untung banyak, takarannya dikurangi. "Untung sedikit tapi terus menerus itu jauh lebih baik dibandingkan, untung besar tapi hanya sekali, ibaratnya seperti itu,” pintanya lagi.
Kabid SDM Dinas Kelautan dan Perikanan Lumajang Mamak Wardoyo SE mengatakan, gerakan memasyarakatkan makan ikan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran gizi individu dan kolektif masyarakat akan gemar mengkonsumsi ikan. ”Serta mendorong peningkatan konsumsi ikan sehingga tercipta generasi yang berkualitas dan ladang usaha baru,” katanya.
Pengolahan ikan bisa menjadi ladang usaha baru bagi ibu rumah tangga, asalkan dilakukan dengan sungguh–sungguh. ”Ibu-ibu yang telah mengikuti bintek, bisa segara mempraktekkan di rumah cara mengolah ikan yang baik,” ujarnya.
Ikan bisa dioalah menajdi krupul snak, ataupun bahan makan lain yang telah diolah dengan baik dan benar. ”Saya yakin produk makanan ikan olahan ibu-ibu PKK tidak akan kalah dengan produk dari bahan ikan yang telah beredar di pasaran. Cobalah membuat inivasi poroiduk baru, dari bahan ikan,” pungkasnya. (ron/ros)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






