Buku Bahasa Jawa Berbau Pornografi juga Beredar di Nganjuk

Buku Bahasa Jawa Berbau Pornografi juga Beredar di Nganjuk Kabid TK/SD/PLB, Sony, menunjukan buku yang berisikan pronografi. (foto: soewandito/BANGSAONLINE)

NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Peredaran buku ajar Bahasa Jawa berbau juga beredar di lingkup dunia pendidikan di Kabupaten Nganjuk. Ini setelah lebih dulu, buku yang sama juga beredar luas di Kabupaten Tulungagung.

Bedanya dengan Tulungagung, di Nganjuk buku Wasis Basa tersebut baru terdeteksi awal Mei lalu. Itu pun ditemukan dengan tidak sengaja oleh Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk, bukan dari lembaga pendidikan, melainkan dari perorangan.

Setelah mendapat petunjuk awal, tim Kejari Nganjuk langsung turun tangan. Pertama, Kejari Nganjuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Daerah (Disdikporada) Nganjuk untuk melakukan penelusuran.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk, Anwar Risa Zakaria, mengakui telah menemukan petunjuk awal peredaran buku berbau cabul yang diperoleh dari perorangan ini. Hanya, pihaknya masih terus mendalami, apakah buku yang diedarkan oleh salah satu penerbit terkenal di Indonesia itu juga beredar di sekolah-sekolah.

"Sebenarnya sudah lama beberada di seluruh Jawa Timur, termasuk Tulungagung yang sempat ramai. Baru di Nganjuk untuk sementara ada dua buku yang ditemukan,” ujar Anwar.

Sony Hardiyanto, Kepala Bidang (Kabid) TK, SD, dan PLB Dinas Dikporada Nganjuk menyampaikan, dua hari belakangan ini dirinya mengaku juga sudah mendengar kabar dugaan peredaran buku tersebut di Nganjuk. Pihaknya bahkan sudah mulai menghimpun informasi di lapangan, antara lain ke sejumlah kantor UPTD Disdikpora kecamatan dan SD-SD di wilayah Nganjuk.

Meskipun belum bisa memastikan apakah benar-benar sudah beredar luas, namun Sony mengakui ada indikasi kuat buku sudah sempat beredar di salah satu kecamatan. “Informasi sementara begitu. Kami akan tindaklanjuti lagi dengan mengecek langsung,” kata dia.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO