Spanduk imbauan yang dipasang oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri. Foto: Ist
“Tapi kita pasrah saja, Insyaallah rezeki nggak akan lari kemana. Mudah-mudahan di pasar sementara ini diberi kelancaran, dimudahkan rezekinya. Kita optimis saja, kalau kita berpikiran lancar Insyaallah akan lancar,” kata pedagang dari Kecamatan Ngadiluwih itu.
Hal senada juga diungkapkan Arif (21) sebagai pedagang perancangan kebutuhan pokok. Pihaknya mengaku dengan adanya pasar penampungan sementara itu juga mengurangi jumlah barang dagangan. Mengingat lapak yang disediakan hanya berukuran sekitar 2x2 meter.
Keterbatasan tersebut tak mengurangi semangat bagi penjual asal Desa Seketi Kecamatan Ngadiluwih itu untuk terus berjualan di TPPS. Terlebih pemerintah daerah menyediakan pasar penampungan itu secara gratis atau tak menarget biaya sewa sepeserpun.
Arif mengatakan keterbatasan itu masih dapat disiasati dengan menyimpan stok barang dagangan di rumah. Namun bagi Arif, yang tak kalah penting adalah bagaimana berupaya memberi tahu pelanggan lama terkait lokasi lapak yang baru di TPPS.
“Kalau lokasi (TPPS) alhamdulillah sudah bagus. Ya semoga untuk Pasar Ngadiluwih yang baru segera diselesaikan,” ungkapnya.
Sebagaimana TPPS Pasar Ngadiluwih tak berjarak terlalu jauh dari lokasi Pasar Ngadiluwih, keduanya terpaut sekitar 700 meter yang terletak di Jalan Tamtama 519, Purwoharjo, Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






