H Slamet saat memberikan sambutan dalam sebuah acara.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pilkada Kabupaten Pasuruan memang masih digelar bulan November 2024 nanti. Tetapi beberapa hari ini mulai bermunculan spanduk sejumlah tokoh yang digadang-gadang maju sebagai bakal calon bupati di beberapa jalan protokol.
Haji Slamet, tokoh masyarakat di Kecamatan Gempol, menilai pemasangan baliho tersebut merupakan bentuk ikhtiar mereka yang bercita-cita menjadikan Pasuruan lebih baik.
BACA JUGA:
- Pimpinan LSM Pasdewa Turut Pertanyakan Sisa Anggaran Pilbup Pasuruan 2024: Rp1,5 M Lari ke Mana?
- KPU Tak Kunjung Laporkan Sisa Anggaran Pilbup Pasuruan, Dewan: Dua Bulan Habis Rp5 Miliar?
- KPU Kota Pasuruan Resmi Tetapkan Adi Wibowo-M Nawawi Jadi Kepala Daerah Terpilih
- KPU Tetapkan Paslon Rusdi-Shobih Peraih Suara Terbanyak di Pilbup Pasuruan 2024
"(Pemasangan baliho) Wajar, serta tes ombak guna mendongkrak popularitas," katanya.
Namun khusus di Kecamatan Gempol, menurut Slamet, masyarakatnya tidakk mudah untuk digiring menggunakan opini atau slogan-slogan tertentu.
"Sebab kultur masyarakat Gempol masih kental 'dherek yai'. Itu yang belum diketahui orang luar Pasuruan," jelas Wakil Ketua Tanfidziah MWC NU Gempol ini.
Ketika disinggung mengenai figur yang pantas dan layak running di Pilkada Kabupaten Pasuruan, Slamet tidak memberikan yang eksplisit.
Ia hanya menjelaskan bahwa Kabupaten Pasuruan lebih identik dengan kota santri. Karena itu, dirinya berharap kader terbaik NU sekaligus putra daerah potensial yang mendapat kesempatan membangun Kabupaten Pasuruan.
"Stok daerah masih banyak, seperti KH Mujib Imron, Rusdi Sutejo, Sudiono Fauzan, mereka sudah berjuang untuk masyarakat Pasuruan, kenapa cari orang lain?" tukasnya. (bib/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




