Kegiatan workshop pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang digelar PCNU Sumenep
Uniba juga bertekad mencetak mahasiswa yang unggul, baik secara akademik maupun moral, tanpa terlibat dalam praktik kekerasan.
Sementara Sekretaris PCNU Sumenep, Zainul Hasan, mengecam kekerasan terhadap perempuan dan anak yang belakangan ini mencuat di Sumenep.
Sebagai umat beragama, pihaknya harus mengutuk keras tindakan kekerasan, apalagi hingga menyebabkan hilangnya nyawa.
"Kami meminta agar pelaku diproses seadil-adilnya, dan PCNU juga mendorong agar laki-laki ikut terlibat dalam upaya ini, karena sebagian besar pelaku adalah laki-laki," tuturnya.
Hadir pada acara tersebut, sejumlah pembicara, di antaranya Ai Mariyati Sholihah, Ketua KPAI, dan Sekretaris LKK PBNU, yang membahas secara mendalam kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Turut hadir sebagai penanggap, Kepala Dinas Sosial Sumenep Mustangin, anggota DPRD Sumenep Nia Kurnia Fauzi, dan perwakilan Polres Sumenep.
PCNU Sumenep berharap agar hasil dari workshop ini dapat segera ditindaklanjuti oleh berbagai pihak, agar kasus-kasus kekerasan yang terjadi belakangan ini tidak akan terulang lagi. (aln/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




