BNN RI Tinjau Rumah Rehabilitasi Merah Putih di Sidoarjo

BNN RI Tinjau Rumah Rehabilitasi Merah Putih di Sidoarjo Kegiatan Rumah Rehabilitasi Merah Putih

Pasalnya, berdasarkan Undang-Undang 35 Tahun 2009, memiliki kewajiban sebagai pembina. Banyak hal yang disoroti, meliputi fasilitas medis maupun sosial, penanganan pasien, serta peran konselor, psikolog, dan dokter.

"Kenapa demikian? Karena pasien yang terpapar tidak hanya mengalami kerusakan fisik, tetapi juga psikis. Hubungan dengan keluarga, sosial, dan lingkungan mungkin menjadi rusak. Kami memiliki alat ukur untuk memastikan lembaga menggunakan alat yang seharusnya," kata Suharti Saragi.

Rumah rehabilitasi pun dituntut harus bisa menentukan sejauh mana tingkat paparan pasien. Ini penting untuk menentukan langkah pemulihan, apakah pasien perlu rawat inap atau rawat jalan. Makanya, pasien harus diidentifikasi dengan benar faktor pencetus terpapar.

"Di manapun di seluruh dunia, tidak ada jaminan pasien tidak akan kecanduan lagi. Namun, kami memiliki cara untuk meminimalisir risiko tersebut, yaitu dengan konseling individu dan kelompok. Lalu ada lagi cara menanggulangi kemungkinan kambuh, sehingga ketika keluar dari , pasien bisa menghindari lingkungan yang membuat mereka terpapar. Kami ingin memastikan itu," ujar wanita yang akrab disapa Suharti.

Setidaknya ada 50 di Indonesia yang sedang dibina untuk mendapatkan status SNI, termasuk Yayasan Merah Putih. 

Lima puluh tersebut sudah dilatih selama enam bulan. Saat ini, pihaknya sedang dalam proses menilai.

Sejauh ini, petugas menilai Yayasan Merah Putih sudah cukup baik. Salah satunya dibuktikan dengan catatan rekam medis setiap pasien yang tercatat dengan baik.

"Ini penting untuk memastikan semua pasien ditangani dengan benar. Karena kenyataannya, di tempat-tempat rehabilitasi, ada yang pasiennya dipasung atau direndam air panas dengan harapan bisa memulihkan pasien tanpa konsumsi. Namun, itu tidak berdasarkan bukti medis," tandasnya. (rus/adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO