Pemkab Blitar bersama DPRD Kabupaten Blitar melakukan kunjungan di Blitar selatan. Foto: tri susanto/BANGSAONLINE
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Kemarau yang cukup panjang sejak awal tahun 2015 ini berdampak terhadap bencana kekeringan yang terjadi di 17 Desa se-Kabupaten Blitar.
Diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Heru Irawan, saat ini sudah ada 17 Desa di enam Kecamatan se-Kabupaten Blitar yang mengalami kekeringan akibat musim kamarau yang cukup panjang pada tahun ini.
BACA JUGA:
- PAD Kabupaten Blitar 2025 Hampir Capai Target, Dewan Soroti Retribusi
- ASN di Blitar Wajib Hadir ke Kantor, Bupati Sebut WFA Tunggu Arahan Pemerintah Pusat
- Bupati Rijanto Apresiasi DPRD atas Pengesahan Enam Perda Strategis untuk Kemajuan Kabupaten Blitar
- Pemkab Blitar Revitalisasi Lahan Eks Pasar Kanigoro Jadi Ruang Publik
“Berdasarkan data dan laporan yang kami terima ada 17 Desa yang mengalami kekeringan dan meminta bantuan droping air bersih untuk kebutuhan rumah tangga,” kata Heru Irawan.
Ditambahkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Mustofa, hingga saat ini laporan yang sudah masuk di BPBD sudah ada 17 Desa di 6 Kecamatan yang mengalami kekringan. Enam Kecamatan ini meliputi Kecamatan Panggungrejo, Kecamatan Binangun, Kecamatan Wates, Kecamatan Wonotirto, Kecamatan Bakung dan Kecamatan Kademangan.
“Saat ini 17 Desa tersebut mengalami kekeringan dan membutuhkan droping air bersih yang sudah kami lakukan sejakada laporan dari masyarakat dan perangkat Desa,” ujar Mustofa.
Menurut Mustofa saat ini setiap harinya BPBD Kabupaten Blitar telah mengirimkan droping air bersih sebanyak 6 tanki atau 24 ribu liter untuk dua Desa. Namun pihaknya belum bisa memprediksikan hingga kapan bencana kekeringan terjadi di wilayah Blitar Selatan utamanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




