Pertanyakan Errornya Aplikasi Siskeudes, Aktivis Pantura Datangi DPMD Sampang

Pertanyakan Errornya Aplikasi Siskeudes, Aktivis Pantura Datangi DPMD Sampang Masyarakat se-Kecamatan Banyuates bersama LPK Trankonmasi saat menyampaikan aspirasinya di Kantor DPMD Sampang. Foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE

SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Aktivis Pantai Utara (Pantura) dari Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Trankonmasi mendampingi masyarakat se-Kecamatan Banyuates dalam kunjungan ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang, Senin (19/5/2025).

Mereka mempertanyakan errornya aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang menyebabkan seluruh operator desa tidak dapat mengaksesnya.

Aplikasi berbasis komputer yang dikembangkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), bersama Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri ini mengalami kendala sejak satu bulan lalu, setelah pergantian Penjabat (Pj.) Kepala Desa yang baru.

Ketua LPK Trankonmasi, Faris Reza Malik, mengungkapkan bahwa operator desa di Kecamatan Banyuates tidak dapat mengakses aplikasi karena error yang dicurigai akibat pergantian kode sistem.

"Kami menduga, kode aplikasi Siskeudes ini diganti oleh oknum DPMD Sampang, makanya operator desa tidak bisa mengaksesnya," ujarnya.

Ia pun menuding, DPMD Sampang sengaja mengendalikan aplikasi Siskeudes untuk memperlambat pengajuan pencairan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD).

"Kalau tidak dari oknum DPMD, lalu siapa lagi? Sementara semua operator desa di Kecamatan Banyuates tidak bisa mengajukan pencairan DD dan ADD," katanya.

Tidak lama setelah kejadian ini, lanjut Faris, muncul informasi yang menyebut pihak terkait menggelar pelatihan operator desa baru di Surabaya.

"Usut punya usut, DPMD dan pihak Kecamatan Banyuates mendadak mengadakan pelatihan operator desa di Surabaya. Dari sini bisa dipahami maksud dari errornya aplikasi Siskeudes tersebut," cetusnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO