SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Aparat kepolisian Polres Sumenep menerjunkan sebanyak 20 personel untuk pengamanan lokasi penambangan pasir di dua kecamatan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan antarwarga, pasca dibakarnya satu pikap pengangkut pasir di Kecamatan Ambuten, beberapa hari lalu.
(Baca juga: Mobil Penambang Pasir di Sumenep Dibakar)
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Kapolres Sumenep AKBP Rendra Radita Dewayana, melalui Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Hasanuddin menjelaskan, 20 personel tersebut juga dibantu dari anggota Polsek setempat.
Sementara titik pengamanan tersebar di sejumlah titik yang berada di pinggir pantai utara (pantura). Sebab, lokasi ini dijadikan tempat penambangan pasir, yang diduga tidak mengantongi izin penambangan dari pemerintah.
"Kami tidak ingin ada peristiwa susulan di lokasi penambangan pasir itu. Makanya anggota stand by di sekitar pantai. Tapi memang kalau sekarang ini sudah tidak ada lagi aktivitas penambangan pasir," ungkapnya. (smn1/fay/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




