
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pagi-pagi sekali. Pukul 6.00 WIB Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA sudah berada di Masjid Baitul Hamdi Pemprov Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya, Ahad (31/8/2025). Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu kembali istighatsah dan tahlil bersama para driver ojek online (ojol).
Tahlil itu ditujukan kepada Almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal karena dilindas mobil rantis Barakuda polisi saat mengikuti demo di Jakarta.
Ini istighatsah kedua yang dilakukan Kiai Asep. Sebelumnya, Kiai Asep juga melakukan shalat ghaib dan tahlil untuk Affan Kurniawan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Jalan Siwalankerto Utara, Surabaya.
Di Masjid Baitul Hamdi Pemprov Jatim ini, Kiai Asep istighatsah dan tahlil bersama 500 driver ojol.
Di sela-sela istighatsah, Kiai Asep menyampaikan bahwa semua pengemudi ojol yang mengikuti acara istighatsah di Masjid Baitul Pemprov Jatim mendapat sembako. Para pengemudi Ojol itu spontan menyatakan alhamdulillah.
"Juga dapat uang. Masing-masing dapat Rp150 ribu," kata kiai miliader tapi dermawan itu. Para pengemudi ojol itu langsung berseru: wow. Sebagian lain mengucapkan syukur alhamdulillah.
"Ini bukan uang dari Pemprov. Tapi dari uang pribadi Ibu Khofifah," kata Kiai Asep yang juga Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
Para pengemudi ojol itu kembali riuh dan bertepuk tangan.
Kiai Asep berharap Jawa Timur kondusif dan damai di bawah kepemimpinan Khofifah. Begitu juga secara nasional.
"Semoga Indonesia dan Jawa Timur damai dan semua sejahtera," kata putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu yang langsung dijawab amin secara bergemuruh.
Yang menarik, dari 500 pengemudi ojol yang diundang, sekitar 50% adalah perempuan.
Dalam acara itu tampak jajaran OPD Pemprov Jatim. Diantaranya KH Ahmad Jazuli, Asisten Sekdaprov Jatim. (mma)