KH Yahya Cholil Staquf saat bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 2018. Foto: twitter Benjamin Netanyahu
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Warga NU dan kiai NU kembali terguncang. Sekaligus resah dan kecewa. Bahkan sangat kecewa. Itu gara-gara Gus Yahya. Ketua Umum PBNU. Yang mendatangkan Peter Berkowitz, guru besar pro Zionis, ke acara Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).
Berkowitz adalah guru besar Stanford University Amerika Serikat yang sangat vokal membela Israel. Berkowitz bahkan seorang idiolog Zionis yang karya tulisnnya banyak membahas Timur Tengah, termasuk Palestina dan Israel.
Gus Yahya minta maaf. Ia mengaku khilaf dan tidak cermat.
"Saya mohon maaf atas kekhilafan dalam mengundang Peter Berkowitz tanpa memperhatikan latar belakang zionisnya. Hal ini terjadi semata-mata karena kekurangcermatan saya dalam melakukan seleksi dan mengundang narasumber,” ujar Gus Yahya, Kamis (28/8/2025) di Jakarta.
Sayang. Tak ada yang percaya. Terutama para kiai muda NU atau para gus. Khususnya yang melek informasi. Bagaimana mungkin seorang ketua umum PBNU tak tahu track record seorang Peter Berkowitz.
Saya kira semua para kiai muda NU sudah paham track record Gus Yahya tentang Israel. Putra KH Cholil Bisri Rembang Jawa Tengah itu sudah berkali-kali bikin geger gara-gara dianggap “main mata” dengan Israel.
Bahkan pada tahun 2018 Gus Yahya berkunjung ke Israel. Saat itu ia masih Katib Aam PBNU. Belum jadi ketua umum PBNU. Namun ia berdalih tidak atas nama NU.
Ya, saat itulah Gus Yahya bertemu Benjamin Netanyahu. Perdana Menteri Israel yang dikenal haus darah. Suka perang dan anti kemanusiaan.
Foto pertemuan dengan Gus Yahya itu langsung diposting oleh Benjamin Nentanyahu di media sosial. Ia merasa menang dan diuntungkan secara politik karena bertemu dengan tokoh NU.
Natanyahu inilah yang secara sadis melakukan genosida terhadap rakyat Pelestina. Sekitar 46.000 warga Palestina meninggal dalam perang Gaza. Bahkan laporan London School of Hygiene and Tropical Medicine, Universitas Yale, menyebut 64.260 warga Palestina meninggal.
Gus Yahya terpilih sebagai ketua umum PBNU pada Muktamar yang sangat kontroversial. Yaitu Muktamar NU ke-34 di Lampung. Pada 24 Desember 2021.
Muktamar NU di Lampung itu sama kontroversialnya dengan Muktamar NU di alun-alun Jombang. Pada 1-5 Agustus 2015. Dalam dua muktamar itu (Lampung dan Jombang) mencuat informasi permainan uang yang vulgar dan ugal-ugalan.
Kedekatan Gus Yahya dengan tokoh-tokoh Zionis sudah menjadi kasak-kusuk kiai-kiai NU jauh sebelum Gus Yahya menjadi ketua umum PBNU. Di berbagai grup WhatsApp (WA) para aktivis NU dan kiai NU sering kali menyebut nama Charles Holland Taylor. Pria bule asal Amerika Serikat itu sering muncul bersama Gus Yahya. Bahkan dalam percakapan di grup WA para kiai NU menyebut Holland Taylor inilah yang membuka akses Gus Yahya ke tokoh-tokoh penting Zionis dan Yahudi.






