Penyaluran program MBG yang dilakukan SPPG di Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Dari total 40 Sentra Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dan menyalurkan program MBG atau Makanan Bergizi Gratis di Bumi Gerbang Salam, hanya 7 yang dinyatakan lolos uji kelayakan dan telah mengantongi izin resmi. Hal tersebut disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Rabu (1/10/2025).
Sebanyak 27 SPPG sebelumnya telah mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat operasional, namun mayoritas belum memenuhi standar kelayakan. Dari jumlah tersebut, 20 SPPG disarankan untuk melengkapi dokumen persyaratan agar dapat diproses lebih lanjut.
BACA JUGA:
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh
- Puluhan Aktivis Demo Korwil BGN Pamekasan Terkait Dugaan Rangkap Jabatan, ini Penjelasan Hariyanto
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Halili, menegaskan pentingnya keseriusan pengelola SPPG dalam memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan. Menurut dia, SLHS bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan keamanan pangan.
"Yang dilayani SPPG itu tidak hanya seratus atau dua ratus orang, tapi ribuan siswa. Jadi perlu diseriusi dan diperhatikan. Komisi IV akan turun ke lapangan untuk melihat langsung SPPG-SPPG yang ada," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin, menyampaikan bahwa proses pemeriksaan terhadap SPPG dilakukan secara bertahap dan profesional.
Ia menekankan, rekomendasi SLHS tidak diberikan secara instan, melainkan melalui tahapan ketat seperti pemeriksaan kualitas air, alat masak, serta pelatihan bagi penjamah makanan.
"Setelah empat persyaratan dipenuhi dan hasil pemeriksaan baik, baru kami rekomendasikan untuk mendapatkan SLHS," jelasnya.
Disebutkan olehnya, pengajuan SLHS terus meningkat, dengan rata-rata lima permohonan masuk setiap hari. Kendati demikian, proses verifikasi tetap dilakukan secara hati-hati demi menjamin kualitas dan keamanan layanan MBG.
"Kami tetap melakukan pengujian air dan alat secara profesional. Termasuk penyuluhan terhadap penjamah makanan harus efektif," pungkasnya. (dim/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




