Iuran JKN Bukan untuk Diri Sendiri, BPJS Gresik Tegaskan Semangat Gotong Royong

Iuran JKN Bukan untuk Diri Sendiri, BPJS Gresik Tegaskan Semangat Gotong Royong Salah satu peserta JKN atau Jaminan Kesheatan Nasional dari Gresik, Ria Rizka Aprilia Putri.

Dengan sistem ini, peserta yang sehat sejatinya ikut menjaga agar layanan kesehatan tetap tersedia dan berkualitas bagi semua orang. Ketika mereka sakit, sistem yang sama akan memberikan perlindungan yang setara.

“Tidak ada ruginya membayar iuran secara rutin. Justru dengan membayar iuran, peserta ikut memastikan layanan kesehatan berjalan lancar, baik untuk keluarga sendiri maupun masyarakat luas. Karena kita tidak pernah bisa menebak kapan datangnya sakit, dan jenis penyakit apa. Membayar iuran JKN adalah bentuk investasi sosial untuk kesehatan bersama,” kata Janoe.

Manfaat gotong royong ini dirasakan langsung oleh warga Sidayu, Kabupaten Gresik, Ria Rizka Aprilia Putri (30). Ia dan keluarganya mendaftar sebagai peserta JKN bukan karena sedang sakit, tetapi karena menyadari pentingnya perlindungan kesehatan.

“Kami mendaftar sebagai peserta JKN karena kami tahu betapa pentingnya memiliki jaminan perlindungan kesehatan untuk keluarga. Apalagi menurut kami, JKN ini merupakan program dengan iuran yang murah tapi manfaatnya sangat banyak. Jika kami bilang, seperti tidak sepadan dengan iuran yang kita bayarkan setiap bulannya,” akunya.

Meski belum pernah menggunakan layanan kesehatan, Ria tidak merasa rugi membayar iuran JKN. 

“Saya anggap ini tabungan kami untuk kami kelak ketika membutuhkan. Dengan begitu, keluarga kami merasa tenang jika sewaktu-waktu kebutuhan berobat itu datang. Saya juga sangat mengapresiasi, JKN ini sudah sangat maju. Semua pelayanannya serba digital, sehingga peserta semakin mudah mengakses layanan kesehatan di mana saja,” ungkapnya.

Hingga 1 Oktober 2025, kepesertaan JKN di Kabupaten Gresik telah mencapai 1.341.812 jiwa atau 100,38%. Rinciannya meliputi segmen PBPU Pemda 257.086 jiwa, PBI JK 567.218 jiwa, BP 21.345 jiwa, PBPU 128.462 jiwa, PPU BU 310.278 jiwa, dan PPU PN 57.423 jiwa. (red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO