Gedung PDAM Gresik. foto: tulengrahaamerta.com
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Mantan Direktur Teknik PDAM Gresik, Chris Hadi Susanto membocorkan sebuah sinyal korupsi di tubuh PDAM resik. Dan dugaan korupsi itu, telah dilaporkan ke KPK September 2015 lalu. "Uang negara yang dirugikan diduga sekitar Rp 50 miliar," kata Chris Hadi Susanto kepada wartawan, kemarin (4/11).
Chris menceritakan, kasus dugaan korupsi ini berawal saat PDAM Gresik tahun 2012 bekerjasama dengan dua rekanan investor untuk membangun proyek di kawasan Driyorejo, Gresik. Rekanan pertama adalah PT Dewata Bangun Tirta (DBT). Perusahaan ini membangun proyek instalasi pengolahan air di Legundi, Driyorejo dengan investasi sebesar Rp 46 miliar.
BACA JUGA:
- Sidang Korupsi Dana Hibah UMKM Gresik, 2 Pejabat Divonis 1 Tahun Penjara
- Kejari Gresik Panggil Kepala Sekolah soal Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
- Audiensi Dugaan Korupsi KPU Gresik dengan Kejaksaan, Genpatra Siap Beri Data Tambahan
- Kawal Dugaan Korupsi di KPU Gresik, Besok Genpatra Audiensi dengan Kajari
Rekanan kedua adalah PT Drupadi Agung Lestari (DAL). Perusahaan ini membangun proyek rehabilitation operation transfer di Krikilan, Driyorejo dengan investasi sebesar Rp 86 miliar.
Kedua proyek tersebut ditargetkan selesai satu tahun. Dalam perkembangannya, proyek yang dikerjakan PT DBT selesai. PT DBT mampu memproduksi air baku PDAM sebanyak 200 liter per detik. Air yang diproduksi PT DBT diharapkan membantu kekurangan air yang dibutuhkan PDAM Gresik.
PDAM Gresik sendiri hanya mampu memproduksi air 550 liter per detik, dan kurang 100 liter per detik. Kekurangan inilah yang dicukupi oleh PT DBT. Yang dipermasalahkan Chris di sini adalah, PDAM membeli air dari PT DBT dua kali lipat dari harga yang diproduksi sendiri. Dan PDAM justru menutup produksinya sebanyak 100 liter per detik.
"Sekarang ini PDAM Gresik hanya memproduksi air 450 liter per detik. Padahal PDAM Gresik mampu memproduksi air 550 liter per detik. Justru yang 100 liter per detik dimatikan dan membeli semua air 200 liter per detik yang diproduksi PT DBT," lanjut Chris.
Chris menambahkan, harga yang harus dibeli PDAM Gresik dari PT DBT adalah Rp 2.500 meter kubik. Padahal harga produksi air PDAM sendiri hanya Rp 1.000-1.200 meter kubik. Selisih harga ini lah yang dipermasalahkan Chris.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




