Ketua DPRD Gresik saat menghadiri Festival Budaya Gresik di Anjungan TMII Jatim, Jakarta. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, menghadiri Festival Budaya Gresik di Anjungan Jawa Timur, TMII Jakarta, pada Minggu (3/5/2026). Acara tahunan ini yang digelar Ikatan Mahasiswa Gresik (IMG) dan diikuti warga dari Kota Pudak yang tinggal dan bekerja di wilayah Jabodetabek.
Festival turut dihadiri tokoh nasional, di antaranya Menko PMK bersama istrinya, serta Wakil Ketua MPR RI. Syahrul hadir mewakili Pemkab Gresik karena Gus Yani berhalangan.
“Saya haturkan salam dari Bapak Bupati, mohon maaf kepada para undangan khususnya Pak Menko Pratikno, tidak bisa hadir karena berbarengan dengan kegiatan pemberangkatan Jamaah Haji di kantor Pemkab Gresik,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia pun mengapresiasi terselenggaranya festival yang kembali digelar setelah lama terhenti akibat pandemi Covid-19.
“Alhamdulillah dengan terselenggaranya acara ini kita bisa bernostalgia dan menikmati hidangan khas Gresik yang kaya akan kuliner dan budayanya,” tuturnya.
Syahrul berharap, kegiatan ini memperkuat kekompakan warga Gresik di Jabodetabek sekaligus menjaga tradisi dan budaya daerah. Syahrul juga meminta dukungan warga di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.
“Mudah-mudahan dengan modal kekompakan kita semua, kami harap apa yang tidak bisa kita kerjakan di Gresik bisa teratasi melalui sharing, kepedulian dan kontribusi warga Gresik yang berkiprah di Jabodetabek,” katanya.
Ditekankan pentingnya menjaga warisan budaya Gresik yang baru saja ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI), yakni Rebowekasan, Pencak Macan, Malam Selawe, Pasar Bandeng, dan Kupat Keteg.
“Penetapan lima tradisi dan kuliner Gresik ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya budaya maupun kuliner khas yang dimiliki Kabupaten Gresik,” ucapnya.
Ia mengajak warga Gresik di manapun berada untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini agar tetap lestari.
“Kami berharap dengan ditetapkannya tradisi dan kuliner Gresik ini semakin dikenal luas oleh masyarakat dan tetap lestari sebagai bagian penting dari identitas Gresik,” pungkasnya. (hud/mar)






