Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp18.036, Terjepit Konflik Timur Tengah dan Proyeksi OECD

Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Rp18.036, Terjepit Konflik Timur Tengah dan Proyeksi OECD

Fokus investor global hari ini juga tertuju pada rilis data ekonomi penting dari Negeri Paman Sam, yaitu Nonfarm Payrolls (NFP) periode Mei.

Data NFP diperkirakan menunjukkan penambahan 85.000 lapangan kerja baru, dengan tingkat pengangguran diproyeksikan stabil di angka 4,3%. Jika data ini menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja yang mengejutkan, indeks dolar AS (DXY) berpotensi melorot dan memberikan ruang penguatan bagi mata uang negara berkembang serta komoditas seperti emas.

3. Sentimen Domestik: OECD Pangkas Proyeksi Indonesia

Dari dalam negeri, sentimen kurang sedap datang setelah Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 4,7%, turun dari prediksi sebelumnya sebesar 4,8%. diperkirakan baru akan kembali menyentuh level 5% pada tahun 2027.

OECD mencatat beberapa poin penting terkait kondisi ekonomi Indonesia saat ini:

  • Awal Tahun yang Kuat: PDB kuartal I 2026 sebenarnya tumbuh impresif 5,6% (yoy), didorong belanja pemerintah yang melonjak 21,8% serta dampak pelonggaran moneter sepanjang 2025.
  • Pelemahan Momentum: Indikator terbaru menunjukkan penurunan penjualan ritel sebesar 1,9% (yoy) pada April 2026, diikuti melemahnya keyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja.
  • Tekanan Inflasi: Akibat lonjakan harga energi global, OECD memproyeksikan inflasi Indonesia melonjak ke 3,4% di tahun 2026, dibandingkan 1,9% pada tahun 2025.

Proyeksi ke Depan

Melihat perkembangan sentimen di atas, Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan berikutnya.

Untuk penutupan perdagangan harian selanjutnya, rupiah diperkirakan berpotensi melemah dalam rentang Rp18.030 - Rp18.100 per dolar AS. Sementara untuk pergerakan sepanjang minggu depan, mata uang rupiah diproyeksikan bergerak lebar di kisaran Rp17.950 - Rp18.250 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ditjen Bea Cukai Ditegur Menkeu Terkait Oknum Penjual Pita Rokok':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO