Azwar Anas
Anas yang semula kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kini memang sudah menjadi kader PDIP.
Terpisah, pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman menilai sikap Anas bicara soal pilgub Jatam adalah bentuk kesantunan dia sebagai seorang politisi sekaligus kepala daerah yang baru saja diberi mandate oleh masyarakat Banyuwangi. Menurut Doktor ilmu politik dari Murdoch University tersebut, hal itu juga membuktikan Anas memiliki “attitude” sebagai pemimpin.
“Anas meskipun punya potensi untuk naik level ke tingkat provinsi tapi dia menolak bicara ke arah sana. Itu membuktikan dia (Abdullah Azwar Anas-red) punya kesantunan dalam berpolitik, punya attitude,” tegas staf pengajar FISIP Unair itu.
Di sisi lain, Airlangga Pribadi juga mensinyalir sikap Anas yang enggan secara terbuka menunjukkan ketertarikannya maju dalam ajang Pilgub itu juga sebagai bentuk kewaspadaan atau kehati-hatian sebagai seorang politisi. Alasannya, kalau sejak dini ia sudah terindikasi punya ambisi untuk naik kelas menjadi gubernur atau wakil gubernur, maka secara otomatis bupati Banyuwangi itu akan dianggap menjadi ancaman pihak lain yang berambisi maju dalam pilgub mendatang, di antaranya incumbent.
Eksponen Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini melanjutkan, jika sudah dianggap sebagai ancaman, maka Anas akan menjadi sasaran tembak. Tak mustahil dirinya juga akan mendapat ganjalan, baik program kerja maupun sepak terjangnya.
“Beliau itu (Azwar Anas-red) politisi yang sudah matang. Dia mengerti kapan waktunya muncul, kapan tiarap. Dia diam, bukan berarti tak berambisi maju pilgub. Tapi itu bentuk kehati-hatian agar tidak dijegal. Terlebih pilgub juga masih 2 tahun lagi,” pungkas Direktur lembaga survei The Initiative itu. (mdr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




