10 Sandera WNI Dibebaskan Abu Sayyaf, Megawati: Jelas Dilepas, Wong Dibayar Kok!

10 Sandera WNI Dibebaskan Abu Sayyaf, Megawati: Jelas Dilepas, Wong Dibayar Kok! Menlu Retno Marsudi bersama 10 ABK yang dibebaskan dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf saat diserahkan kepada keluarga di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakarta, Senin (1/5).

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengeluarkan pernyataan yang cukup mengagetkan terkait pembebasan 10 sandera WNI Abu Sayyaf, Minggu (1/5) malam.

Dalam sebuah diskusi berjudul "Mencari Solusi Rekrutmen PNS yang Adil bagi Bidan PTT" di Hotel DoubleTree by Hilton, Jakarta, Senin (2/5), Mega mengeluarkan celetukan yang menyiratkan bahwa sandera akhirnya dilepas karena dibayar.

"Situ kok ngurusin sandera, wong sandera sudah ada yang ngurusi, mending ngurusi ibu-ibu bidan ini. Jelas saja sandera dilepas, wong dibayar, kok," celetuk Mega kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang juga hadir dalam acara yang sama.

Saat dikonfirmasi soal maksud celetukannya itu, Mega enggan menjawab pertanyaan. Dia langsung bergegas menuju mobilnya saat hendak dikonfirmasi, begitu pula dengan Pratikno.

Ketika ditanya mengenai pernyataan Mega, dia hanya menjawab singkat sembari tertawa.

"Itu urusannya Bu Menlu-lah, coba kalian tanya saja sama Bu Menlu, intinya dari pemerintah sudah melakukan diplomasi secara optimal," ujar Pratikno dari dalam mobilnya.

Pratikno menambahkan, Presiden juga akan melakukan diskusi bersama dengan Malaysia dan Filipina terkait kelanjutan pembebasan sandera yang masih tersisa. Saat ini, masih ada empat sandera WNI yang belum dibebaskan.

Hingga kemarin, pemerintah masih bersikap tertutup soal faktor utama bebasnya 10 warga negara Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan enggan menjelaskan saat ditanya perihal tersebut. "Saya enggak mau menduga-duga," ujar Luhut.

Luhut menegaskan, Pemerintah Indonesia tidak pernah membayar sepeser pun kepada kelompok Abu Sayyaf untuk kebebasan 10 WNI yang disandera. "Ya, itu urusan perusahaan, saya enggak ingin berkomentar soal itu," ujar Luhut.

Luhut juga menegaskan, bahwa pembebasan 10 warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf melibatkan banyak pihak. Namun beberapa pihak di bawah kendali pemerintah dan otoritas Filipina.

"Prosesnya di bawah kendali kita, memang banyak pihak yang terlibat seperti disampaikan bu Menlu," kata Luhut.

Namun ia enggan mengatakan soal penebusan sandera dengan uang. Ia pun enggan mengomentari pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut sandera dibebaskan kelompok Abu Sayyaf karena ditebus dengan sejumlah uang. "Oh, saya cek dulu ya," kata dia.

Sementara di tempat yang sama, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyatakan sandera WNI lain yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf masih diupayakan oleh pemerintah. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Otoritas Filipina pada Sabtu (8/5) besok.

"Ya itu yang sedang kita bahas. Jadi kita akan segara berkoordinasi Sabtu untuk mengupayakan pembebasan yang empat," kata dia.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO