Kasus Jual Beli Pantai Ngimboh Mandek

Kasus Jual Beli Pantai Ngimboh Mandek Kades Ngimboh, Ana Mukhlisah. foto: syuhud/ BANGSAONLINE

Kasus jual beli pantai Ngimboh ini berawal dari laporan warga Ngimboh dan Dusun Cabeanyang kemdian ditindak lanjuti oleh Kejari Gresik dengan memanggil beberapa warga Ngimboh termasuk Kades Ngimboh.

Kala itu Kejari mendapati bukti-bukti bahwa Taufiqul Umam dan Ana Mukhlisa terlibat. Bukti dimaksud, di antaranya, adanya data kepemilikan tanah dengan Nomor SPPT 0310 dengan luas 10.000 M2 tertanda Kades Ngimboh Taufiqul Umam pada tanggal 01 Nopember 2011.

Kemudian, Nomor SPPT 0301 dengan luas 10.000 M2 tertanda Kades Ngimboh Taufiqul Umam pada tanggal 01 Nopember 2011. Lalu Nomor SPPT 0205 dengan luas 205 M2 tertanda Kades Ngimboh Ana Mukhlisa (istri Taufiqul Umam) pada tanggal 10 Juni 2013. Dan, Nomor SPPT 0206 dengan luas 289 M2 tertanda Kades Ngimboh Ana Mukhlisa pada tanggal 10 Juni 2013.

Kemudian tim penyidik Kejari Gresik beberapa kali kembali memanggil Kades Ngimboh, Ana Mukhlisah. Namun, yang bersangkutan kerap mangkir. Sejak itu, kasus tersebut seperti lenyap ditelan bumi. Padahal masyarakat, khususnya warga Desa Ngimboh menunggu perkembangan kasus tersebut.

"Kasus Ngimboh kok mandek," kata salah satu warga Ngimboh, Jumat (6/5). (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO