Buruh Nilai Menaker Lepas Tangan Terkait Nasib ABK WNI yang Disandera

Buruh Nilai Menaker Lepas Tangan Terkait Nasib ABK WNI yang Disandera Sekretaris Jenderal KSPI Muhammad Rusdi saat memberikan keterangan pers.

Sebelumnya, saat diterima Wakil Dubes Filiphina untuk Indonesia Roberto Manalo, KSPI menekankan 4 hal terkait penyanderaan 7 ABK dan 3 TKI oleh kelompok Abu Sayyaf.

Pertama, Pemerintah dan Militer Filipina harus serius melakukan pembebasan terhadap 10 sandera.

Kedua, KSPI mendesak agar Pemerintah Filipina bersikap terbuka terhadap masuknya Militer Indonesia dalam proses pembebasan 10 sandera tersebut. Jika pemerintah Filipina tidak serius dan tidak mau membuka ruang kerjasama dengan militer Indonesia, semakin membuktikan bahwa pemerintah Filipina tidak serius atas penyanderaan yang terjadi.

Ketiga, KSPI akan melakukan aksi berkelanjutan kepung Kedutaan Besar Filipina dengan jumlah massa aksi yg lebih besar sebagi bentuk protes keras kepada pemerintah Filipina. Aksi serupa juga akan dilakukan ke kantor-kantor pemerintahan terkait seperti Kemenlu dan BNP2TKI dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.

Keempat, KSPI sangat menghawatirkan keselamatan jiwa 10 orang yang disandera tersebut karena sudah memasuki hari ke 22 penyanderaan.

"KSPI tidak ingin ada satu orangpun ABK dan TKI yang disandera hilang nyawanya. Oleh karenanya seluruh pihak terkait harus peduli dan concern terhadap nasib para TKI," pungkasnya. (*)

Sumber: KSPI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO