Bela Mati-matian Kanjeng Dimas, MUI Copot Marwah Daud, Polisi Rencanakan Pemeriksaan

Bela Mati-matian Kanjeng Dimas, MUI Copot Marwah Daud, Polisi Rencanakan Pemeriksaan Marwah Daud Ibrahim

Marwah bahkan mencontohkan mukjizat para nabi, seperti Nabi Sulaiman, yang bisa memerintah jin memindahkan kerajaan. Begitu juga dengan kemampuan teknologi manusia membuat pesawat terbang. “Dulu orang tidak percaya besi bisa terbang, sekarang ada pesawat yang bisa terbang."

Sebelumnya, bekas pengikut Taat Pribadi, yang juga korban penipuan penggandaan uang, mengungkap jika orang kepercayaan Taat, Ismail Hidayah, pernah menaruh koper berisi uang asli miliaran rupiah di teras rumah Marwah. Dua koper uang itu ditaruh di sana sembunyi-sembunyi.

Aksi itu seakan-akan muncul tiba-tiba atas kemampuan Taat memindahkan atau memunculkan uang atau barang. “Ismail Hidayah pernah bercerita kepada saya, sebenarnya dia yang menaruh di rumah Bu Marwah,” kata korban yang juga teman dekat Ismail, Mohamad Abdul Junaidi.

Tujuannya, kata Junaidi menirukan Ismail, untuk meyakinkan Marwah Daud bahwa Taat memang memiliki kemampuan memindahkan barang, termasuk uang atas perantara jin. “Dalam kepercayaan kami, jin memang bisa melakukannya, tapi ini bukan jin, Ismail yang menaruhnya,” ujar Junaidi.

Sementara sehari setelah melakukan Rekontruksi atau reka ulang atas kasus pembunuhan Santri Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Abdul Gani. Polda Jatim mulai melakukan inventarisir aset Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Proses pendataan aset itu sendiri dikawal oleh ratusan personel kepolisian yang tiap hari standby di padepokan Dimas Kanjeng paska penangkapan Dimas Kanjeng oleh Polda Jatim, Kamis (22/9) lalu.

Polisi terlihat melakukan inventarisir dan memang police line (garis polisi) di sejumlah asat Padepokan Dimas Kanjeng. Di antaranya, delapan mobil dan satu motor gede diperiksa kelengkapannya. Sedangkan semua bangunan di padepokan juga terpasang police line.

“Kami hanya mengamankan aset padepokan yang saat ini tengah dalam status quo. Kalau tidak diamankan, misalkan hilang, siapa yang bertanggung jawab?,” ujar Kasubdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Cecep Ibrahim, di lokasi padepokan.

Sementara mengenai mobil jenis Panther Touring, nopol P-1022-G, yang diduga digunakan untuk pengiriman uang dari koordinator santri, ke padepokan, polisi akan melakukan penelusuran dan memanggil pemiliknya. Mobil itu pun, kemudian dijadikan satu dengan mobil lain, di sebelah barat masjid.

Cecep Ibrahim enggan membeberkan, berapa tepatnya aset yang diamankan hari ini. Ia mengatakan, saat ini pengamanan seluruh aset di areal padepokan. “Setelah selesai menginventarisir aset, kami selanjutnya akan membuat laporannya dahulu. Baru kami lakukan press release,” janjinya.

Sedangkan mengenai keberaan uang, menurut bekas pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengungkap adanya dugaan ruang rahasia lainnya yang digunakan untuk menyimpan uang asli milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Selama ini polisi hanya menyebut ruang rahasia tempat penyimpanan uang di rumah Taat di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

"Masih ada lagi tiga lokasi rahasia tempat penyimpanan uang yang belum diberi garis polisi," kata Mohammad Abdul Junaidi kepada Polisi.

Junaidi mengaku pernah datang ke tiga rumah tempat penympanan uang tersebut. “Saya pernah diajak Ismail Hidayah ke tiga rumah tersebut untuk menaruh uang tapi saya menunggu di luar," katanya. Ismail adalah orang kepercayaan Taat Pribadi, yang diduga tewas di tangan komplotan Dimas Kanjeng. Uang yang disimpan dalam ruang rahasia tersebut, menurut Junaidi, asli. (ndi/mer/yah/tiv/lan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO