Para tersangka pembawa kabur mobil pikap ini dalam pemeriksaan Polsek Ketapang Banyuwangi.
“Sisa Rp 200 ribu sudah kita sita. Satu laptop merek Lenovo serta mobil pikap Daihatsu Grand Max turut pula kita amankan di Mapolsek KPT,” terangnya. Kabar ini kemudian dikoordinasikan dengan petugas Polsek KPG Jembrana, Bali.
Selanjutnya diteruskan ke Polresta Denpasar yang datang mengirimkan Tim Jatanras dipimpin Iptu Sulhan. Para pelaku plus barang bukti yang diamankan kemudian dibawa ke Bali untuk dilakukan penyidikan.
“Identitas pelaku dan barang bukti yang diamankan identik dengan yang dilaporkan korban. Sebab itu proses penanganan perkara kita serahkan ke Polresta Denpasar yang ketempatan TKP. Kami Polsek KPT Banyuwangi sebatas membantu proses penangkapan saja,” tegas AKP Sudarmaji.
Mengapa empat remaja ini nekat melakukan aksi kriminal? Perwira pertama yang pernah menjalani tugas di Timor Leste ini menjelaskan bahwa kasus ini dipicu sakit hati keempat pelaku yang tidak diberi pinjaman uang oleh korban.
Padahal mereka tercatat sebagai karyawan CV Singa Surya Perdana. “Karena pinjam uang tidak dikabulkan akhirnya nekat mencuri kendaraan sekaligus barang elektronik. Usai mencuri mereka kompak kabur menuju Jawa,” pungkasnya. (bwi1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




