Exco PSSI 'Sembunyikan' Hasil Rapat, FIFA Restui Kongres PSSI di Jakarta

Exco PSSI Tony Apriliani

Exco pun terbang ke Makassar pada Sabtu. Delapan dari 11 Exco menemui pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan panitia lokal pelaksanaan kongres menjelaskan keputusan tersebut. Pemerintah setempat, masih menurut Tony, mengaku kecewa namun akhirnya bisa menerima keputusan tersebut.

Sebelumnya, Kelompok 85 (K85) menanggapi keras pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum , Hinca Pandjaitan, terkait lokasi penyelenggaraan Kongres. Mereka menilai Hinca telah bersikap arogan dengan tak mendengarkan saran dan rekomendasi dari voters yang tergabung di K85.

Saat anggota Komite Eksekutif (Exco) menggelar rapat demi membahas masalah lokasi penyelenggaraan Kongres, Exco enggan mengikuti saran dari pemerintah. Mereka ngotot menggelar Kongres di Makassar.

Hal tersebut membuat K85 kecewa. Mereka menilai seharusnya mengikuti saran dari pemerintah.

"Kami voters K85 tetap mendukung sepenuhnya rekomendasi pemerintah, Kongres pada 17 Oktober 2016 nanti, digelar di Jakarta. Pernyataan yang dikeluarkan Plt Ketua Umum Hinca Pandjaitan, merupakan pernyataan sepihak," begitu pernyataan K85.

Dengan ini, K85 menarik dukungan dan mandat mereka kepada Hinca yang saat ini menggantikan tugas La Nyalla Mattalitti. "Kami menarik mandat yang telah diberikan kepada saudara Hinca Pandjaitan sebagai Plt Ketua Umum ," tegas para anggota K85.

Sementara Menpora, Imam Nahrawi mengatakan, sudah berupaya agar Kongres Pemilihan Ketum bisa berjalan dengan lancar. Namun tiba-tiba saja permasalahan kembali muncul lantaran bersikukuh agar Kongres bisa dilaksanakan di Makassar.

Lanjut Imam, padahal sejak awal pertemuannya dengan ditemukan pendapat bahwa kongres akan dilaksanakan di tempat netral atau Jakarta. Bahkan keputusan tersebut langsung ditindak lanjuti kedua belah pihak.

"Hasilnya bahwa Komite Eksekutif meminta waktu untuk memundurkan jadwal Kongres. Jadi mereka () yang meminta waktu untuk mundur per tanggal 17 Oktober sampai 10 November," ujar Imam.

"Kami tidak bermaksud sedikit pun untuk melakukan intervensi. Jadi silahkan FIFA sudah menegaskan dalam surat itu, ayo kita bersama-sama bangun sepakbola Indonesia menjadi lebih baik lagi. Jadi tergantung mereka (), karena pemerintah hanya memfasilitasi," lanjutnya.

Untuk itu, Imam berharap, melalui kongres kali ini persepakbolaan Tanah Air bisa menjadi lebih baik lagi, dengan mengutamakan kompetisi pembinaan usia dini, tata kelola yang baik, dan sampai pencapaian sponsor pada kompetisi.

"Kita (Kemenpora) berikan dukungan yang kita miliki untuk menyukseskan Kongres Pemilihan Ketum ," kata Imam.(viv/rol/yah/lan)

Sumber: viva.com/republika.co.id

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Justin Kluivert Turut Sedih Akan Kegagalan Ayahnya Membawa Timnas ke Piala Dunia':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO