Untuk menunjukkan bahwa Musala Abrurrahman benar-benar bangunan kuno, Habib Salim juga mengatakan bahwa di dalam musala terdapat sebuah Quran yang ditulis dengan tangan. Quran itu sengaja disimpan dengan diletakkan di atas tiang-tiang penyangga musala yang terbuat dari kayu jati.
Habib Abdurrahman atau biasa dipanggil Mbah Durrahman ini lalu mendirikan sebuah musala sebagai tempat pengajian rutin warga setempat. Meski sudah ada Masjid Ampel, Habib Salim menuturkan, pengajian yang digelar di Masjid Ampel hanya pada waktu tertentu saja, beda dengan musala.
”Di musala Abdurrahman ini bisa sewaktu-waktu digelar pengajian oleh warga kampung Ampel Blumbang,” tandasnya.
Apalagi memasuki bulan Ramadan ini, ia melanjutkan, masyarakat yang tidak mampu melakukan salat tarawih dengan surat-surat panjang, bisa melaksanakan salat tarawih di Musala Abdurrahman dengan surat-surat pendek.










